Maknai Harkitnas, Karolin Ajak Pemuda Isi Pembangunan

oleh

LANDAK – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa mengajak generasi muda Kalbar untuk memaknai hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat peran pemuda dalam mengisi pembangunan.

Jika dirinya dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar, bersama Suryadman Gidot dirinya akan memberikan apresiasi kepada para pemuda yang telah melakukan kegiatan positif berupa kegiatan sosial kemasyarakatan dan melakukan berbagai terobosan untuk pembangunan daerah dan bangsa ini.

“Kita harapkan ke depan, gerenasi muda kita bisa menggelorakan semangat Kebangkita Nasional, dengan berinovasi melahirkan karya yang membanggakan. Untuk itu, kami sudah menyiapkan formulasinya dalam visi dan misi kami,” kata Karolin di Ngabang, Senin (21/05/18)

Menurutnya, generasi muda harus siap tanggap menghadapi tantangan zaman. Begitu bayak pengaruh dari luar yang merusak moral, budaya-budaya luar yang membuat kita melupakan kebudayaan Indonesia.

“Hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei, yang kita ketahui merupakan momen dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, dimana rasa dan semangat tersebut tidak pernah muncul selama masa penjajahan yang ditandai dengan berdirinya Boedi Utomo,” jelasnya.

Begitupula munculnya sifat malas dan konsumtif akibat kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan bagi manusia di segala bidang kehidupan. Tak jarang, kaum muda jaman sekarang menyalahgunakan kemajuan teknologi tersebut.

“Rasa nasionalisme dan patriotisme kaum muda jaman sekarang hanya terlihat ketika ada faktor pendorong. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya kaum muda yang tidak mengetahui peringatan hari-hari bersejarah untuk Indonesia sendiri,” lanjut Karolin.

Anggota DPR RI dua periode itu menambahkan, kaum muda sebagai agen of change, dan agen of control seharusnya dapat menjadi pencetus gagasan, mencari dan mempertahankan kebaikan agar tidak berubah menjadi keburukan.

“Maka dari itu beberapa kaum muda memaknai hari kebangkitan nasional ini, sebagai momentum menunjukkan rasa cinta terhadap NKRI. Ada banyak cara menunjukkan rasa cinta terhadap NKRI, contoh kecilnya, terus melakukan hal-hal positif,” pungkasnya. (*)