Karolin-Gidot Komitmen Prioritaskan Pendidikan Suku Dayak

oleh
Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa saat menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIII di Rumah Radakng, Pontianak. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, bertekad meningkatkan daya saing dan kualitas masyarakat Dayak di daerah ini, khususnya di sektor pendidikan.

“Untuk pendidikan, kami sudah siapkan program sekolah unggulan yang akan ada di 14 kabupaten dan kota. Ini akan mempermudah akses bagi anak-anak dari pedalam mengenyam pendidikan khususnya SMA dan SMK, yang mumpuni dan berkualitas,” kata Karolin, usai menghadiri undangan pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIII di Rumah Radakng Pontianak, Minggu (20/05/18).

Menurut Karolin, untuk pendidikan masyarakat di pedalaman, dirinya bersama Suryadman Gidot juga akan mendorong pemerintah kabupaten dan kota, agar menyiapkan beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi. Sehingga mereka bisa kuliah dan akan kembali ke daerah asalnya dengan status guru honor daerah.

“Program ini sudah dijalankan khususnya di Kabupaten Bengkayang. Dan berhasil mengatasi kekurangan guru di daerah pedalaman,” lanjutnya.

Disamping itu, Karolin dan Gidot juga akan mendekatkan akses layanan pendidikan bagi masyarakat di pedalaman Kalbar. Sehingga, mereka bisa sekolah di usia yang seharunya.

“Kita akan bangun sekolah-sekolah di pedalaman. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah akses layanan pendidikan masyarakat pedalaman. Karena selama ini, masalah tersebut menjadi kendala bagi mereka khususnya suku Dayak untuk menikmati hasil pembangunan di sektor pendidikan,” ungkap Karolin.

Bahkan, Karolin dan Gidot sudah menyiapkan program khusus untuk profesi tertentu. Seperti dokter hewan, yang jumlahnya sangat langka di Kalbar. Padahal, dokter hewan sangat dibutuhkan keberadaannya.

“Profesi khusus seperti dokter hewan, ahli pengelola tambang juga sudah kita pikirkan. Kedepan Kalbar harusnya punya tenaga khusus sehingga, potensi yang ada bisa lebih dimaksimalkan,” pungkas Karolin. (**)