Cawako Harry Bantu Warga di Tepian Sungai Kapuas Gotong Royong Buat Meriam Karbit

oleh
Cawako Pontianak nomor 1, Harry Adryanto saat membantu warga bergotong royong membuat meriam. Foto : Dody

PONTIANAK- Sebagai bentuk kepedulian untuk melestarikan warisan budaya melayu, calon Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry Adryanto melihat secara langsung proses pembuatan meriam karbit oleh sejumlah warga yang bermukim di tepian sungai kapuas, tepatnya di Gang H. Haris, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Sabtu (19/05/18) malam.

Bersama tim pemenangannya, cawako Harry pun turut membantu warga setempat, untuk membuat meriam karbit yang akan dipersiapkan dalam festival meriam karbit guna menyongsong perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Walaupun belum terbiasa dan baru mencoba untuk pertama kalinya bergotong royong bersama warga untuk membuat meriam karbit. Namun, semangat Cawako Harry tak pernah pudar, buktinya dengan tak kenal lelah dan sambil  bercucuran keringat, Cawako Harry pun bertubi-tubi memaku batang pohon yang merupakan bahan untuk membuat meriam karbit.

Sejumlah warga setempat menilai, sepertinya Cawako Harry sudah terbiasa dalam bekerja keras, dan warga pun sangat mengapresiasi dan berterima kasih, atas kesediannya, untuk membantu proses pembuatan meriam karbit.

Sardiansyah, warga Gang H. Haris menuturkan bahwa kedatangan Cawako Harry, yang turut bersama-sama membantu warga setempat untuk membuat meriam, dapat memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat yang bermukim disepanjang sungai kapuas untuk  terus melestarikan budaya meriam karbit yang merupakan warisan leluhur.

“Kami warga disini berterima kasih atas kunjungan Pak Harry, yang turut bersusah payah membantu  bekerja warga untuk membuat meriam disini, dan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian Pak Harry terhadap pelestarian budaya meriam karbit,” ucapnya.

Selama ini, Ia menambahkan, belum ada calon Wali Kota Pontianak, yang mau bergotong royong untuk membantu proses pembuatan meriam karbit, dan baru Cawako Harry saja yang melakukannya.

Saat ini pun, bantuan dana yang diberikan oleh  pemerintah setempat masih sangat minim, dalam pembiayaan pembuatan meriam karbit. Buktinya, masyarakat setempat masih kekurangan bahan untuk merakit meriam karbit.

“Tahun ini, Kami targetkan akan membuat 8 buah meriam, namun sangat disayangkan bahan-bahan untuk membuatnya masih kurang,” ucapnya.

Untuk itulah, Ia berharap kepada Cawako Harry, jika terpilih nantinya menjadi Wali Kota, agar dapat memperhatikan serta melestarikan budaya meriam karbit yang merupakan warisan leluhur budaya warga di Pontianak yang sudah berlangsung secara turun-temurun. (Dody)