Karolin Siap Berikan Bukti, Bukan Sekedar Umbar Janji

oleh

SAMBAS – Berkampanye di Desa Lela, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Jumat (18/05/18), Calon Gubernur (Cagub) Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa menegaskan sikap untuk tidak umbar janji di masa kampanye.

Namun Karolin, menjadikan kampanye sebagai ajang untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, antara lain dengan menjelaskan tugas dan wewenang kepala daerah di setiap tingkatan.

“Makanya kalau saya ngomong tidak banyak-banyak kisahnya. Karena tugas dan wewenang gubernur juga sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 23. Jadi saya ngomongnya yang jelas-jelas saja,” ujarnya.

Di antara kewenangan pemerintah provinsi, yakni pendidikan tingkat atas sederajat dan SLB. Karolin menyatakan, dirinya berkomitmen untuk meningkatkan sektor pendidikan ini apabila terpilih bersama Suryadman Gidot memimpin Provinsi Kalbar.

“Yang berkaitan dengan SMA dan SMK, apa yang menjadi keluhan di sini? Apa mau bikin SMA baru, mau ada SMK, mau ada usulan itu, monggo silahkan diomongkan kalau ada. Tapi kalau SD, SMP, itu urusan di bupati dan wali kota. Jadi saya tidak mau ngibulbya solo urusan tugas dan wewenang kepala daerah,” jelasnya.

Jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Kalbar, Karolin juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan swasta, seperti pesantren dan lain sebagainya.

“Kalau pesantren atau yayasan swasta ada di sini dan perlu perhatian, silahkan mengajukan. Tapi bantuannya yang akan saya bantu kepada gubernur dalam bentuk hibah, tidak dalam bentuk dana operasional. Jadi misalnya tambahan ruang baru, aula, tempat olahraga saya siap untuk bisa membantu kalau saja jadi gubernur,” kata dia.

Terkait dengan infrastruktur jalan, Karolin mengatakan, jalan provinsi merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi untuk dilakukan pembangunan ataupun perbaikan. Jalan provinsi memiliki 72 ruas dengan panjang 1.536 kilometer.

“Kalau di Sambas ini jalan provinsi itu Jalan Raya Sambas-Sekura, Teluk Kalong-Tanah Hitam, Bantanan 1 dan Bantanan 2. Hanya itu saja tanggung jawab provinsi. Di luar itu tanggungjawab bupati,” sebutnya.

Karolin mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Cornelis-Christiandy, setiap tahunnya jalan-jalan provinsi selalu dianggarkan. Tahun ini, jalan provinsi di Kabupaten Sambas telah dianggarkan sebesar Rp14 miliar.

“Setiap tahun Pemerintah Provinsi oleh Pak Cornelis selalu dianggarkan. Cuma karena uangnya terbatas, maka pembangunannya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Karolin menegaskan, dirinya bersama Suryadman Gidot berkomitmen melanjutkan apa yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya, Cornelis-Christiandy. Jika dirinya terpilih menjadi gubernur, pembangunan berkeadilan bagi masyarakat tidak hanya melalui anggaran yang ada di provinsi, tapi juga dari pusat.

Bagi Karolin hal ini sangat mudah, lantaran antara pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar selama dipimpin Cornelis, memiliki kedekatan yang sangat erat. Terutama hubungan kepartaian yang tentu saja political will untuk pembangunan yang oleh Karolin-Gidot sangat mudah diterima. (*)