Karolin Jadikan Kampanye untuk Petakan Masalah Pembangunan

oleh
Karolin saat bersama warga di Kabupaten Sambas. Foto : Istimewa

SAMBAS – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa mengatakan dirinya bersama tim kampanye telah melakukan pemetaan terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kalbar.

“Dalam melakukan kampanye politik pada pencalonan diri saya sebagai Gubernur, saya juga melakukan pemetaan terkait masalah yang ada di masyarakat,” kata Karolin di Sambas, Kamis (17/05/18).

Melalui kegiatan kampanye itu juga dirinya mengetahui mana daerah yang memerlukan air bersih, mana yang memerlukan pembangunan sekolah, yang memerlukan listrik, jalan, sarana kesehatan dan lain sebagainya.

Dengan adanya peta kondisi masyarakat tersebut, dirinya tinggal memformulasikan, mana saja pembangunan yang harus diprioritaskan dan mana yang dapat diintervensi.

“Kemudian, kita juga bisa memetakan, mana pembangunan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Sehingga, kita memiliki peta jalan untuk program kerja lima tahun kepemimpinan saya di Kalbar,” tuturnya.

Karolin kembali menceritakan, sebelum terjun ke dunia politik, dirinya sempat menjadi PNS dan berprofesi sebagai dokter.

Namun, zona nyaman tersebut dilepaskannya dan malah memilih menjadi politikus mengikuti jejak ayahnya, Cornelis yang tak lain adalah mantan Bupati Landak dua periode dan saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalbar yang juga sudah dua periode.

“Ayah saya yang mengajarkan saya tentang politik dan memberikan saya pilihan untuk melepaskan zona nyaman sebagai PNS. Beliau memberikan pandangan bahwa dengan menjadi politikus, maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa saya bantu dan saya angkat harkat dan martabatnya,” ungkap Karolin.

Dia menuturkan, saat menjadi dokter umum dan menjalankan masa pengabdian masyarakat pedalaman, dirinya tersentuh melihat kondisi masyarakat yang masih banyak terbelakang. Atas pengalaman itu, akhirnya Karolin banting stir kedunia politik dan sempat menjadi anggota DPR RI dua periode sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Landak untuk menjadi bupati.

“Melalui jalur politik, saya diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk membangun daerah ini dengan melayani masyarakat banyak. Makanya saya memutuskan untuk menjadi bupati Landak dan saat ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar agar bisa melanjutkan pembangunan di provinsi ini,” pungkasnya.

Ia pun berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di daerah itu, sesuai dengan nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, membangun daerah daerah dari wilayah pinggiran. (**)