Sejumlah Pihak Sayangkan Guru di Sekadau Ikut Tes Komisioner KPU

oleh

SEKADAU – Tahapan seleksi calon anggota komisoner KPU Kabupaten Sekadau oleh tim panitia seleksi (Pansel) beberapa waktu lalu sudah usai. Namun hasil seleksi itu menyisakan pertanyaan dari beberapa tokoh masyarakat Sekadau.

Pasalnya dari salah seorang yang lolos enam besar untuk selanjutnya dilakukan fit and fropertes di tingkat KPU provinsi, ternyata ada seorang ASN.

Salah seorang ASN atas nama Abang Muhamad Firman yang merupakan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri V Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman.

Menangapi hal itu Kepala SMP Negeri V Lubuk Tajau, Colang ketika ditemui awak media, Minggu (13/05/18) mengatakan, dirinya menyayangkan kalau salah seorang gurunya harus berpindah tugas menjadi Komisioner KPU jika terpilih pada saat Fit and Fropertes nanti.

Keberatan kepala sekolah ini bukan tidak beralasan, sebab AMF adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolahnya. Artinya, mata pelajaran ini dinilai sangat strategis. Sebab, AMF mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia dari kelas tujuh sampai kelas sembilan.

“Kalau dia (AMF, red) lolos sebagai komsioner KPU Sekadau, maka kami akan mengalami kekurangan guru bahasa Indonesia. Sedangkan untuk merekrut guru honor, kami sudah tidak punya dana lagi untuk menbayar gajinya. Sedangkan kuota guru honor di tempat kami sudah melebihi kapasitas. Artinya, kami tidak bisa lagi merekrut guru honor lagi,” beber Colang.

Sementara Singkim, Kepala Desa Lubuk Tajau yang menangapi hal ini mengatakan, AMF tidak boleh berhenti dari guru, karena menurut imformasi, SMP Negeri V Lubuk Tajau kekurangan guru.

“Jadi, kalau dia berhenti siapa yang mengajar anak-anak kami, kasihan anak kalau sempat kehilangan guru mata pelajaran. Sudah diberi kerja tetap sebagai ASN, kenapa milih jalur lain. Banyak yang ingin jadi ASN, namun tidak ada kesempatan, kenapa yang ASN mau pindah,” kata Kades.

Djemain Burhan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau dihubungi via telpon selulernya mengatakan, secara keseluruhan tenaga guru di Sekadau memang kurang.

Tapi, untuk berhenti dan memilih jalur lain memang hak seseorang. Pihaknya hanya sebatas memberikan masukan kepada yang bersangkutan.

“Walaupun di Sekadau kekurangan guru, kita tidak punya hak untuk memaksa seseorang untuk tidak berhenti dari ASN. Karena, mau berhenti atau alih frofesi hak seseorang,” kata Jemain.

Hal yang sama juga diungkapkan Kanisius Pasap, Ketua Dewan Pendidikan Sekadau menangapi hal itu mengatakan, bahwa dirinya menyayangkan di saat sedang gencar-gencarnya membangun dunia pendidikan secara terus menerus untuk menaikan mutu pendidikan.

Apalagi kata dia, di Sekadau saat ini mengalami kekurangan tenaga guru. Karena, dampak dari kekurangan guru akan berpengaruh pada mutu pendidikan anak-anak.

“Memang untuk beralih propesi adalah hak seseorang, yang seharusnya bisa menunjukan kemampuan untuk menbangun dunia pendidikan Sekadau,” kata Kanis

Sementara itu Abang Muhamad Firman, salah seoarng peserta seleksi komisioner KPU tahun 2018 kepada awak media mengatakan, bahwa untuk menjadi peserta seleksi Komisioner KPU, dirinya mendapatkan rekomendasi dari Keraton Sekadau.

Lalu dari pihak keraton,menemui bupati untuk mendapat rekomendasi dari beliau. Setelah, mendapat rekomendasi dari bupati barulah dirinya mendaftar menjadi peserta seleksi komisioner KPU Sekadau.

“Karena saya adalah kerabat Keraton, maka para sesepuh Keraton Sekadau yang memotivasi saya untuk ikut serta dalam seleksi Komisioner KPU sekadau. Rekomendasi dari bupati Sekadau juga saya dapatkan, karna kalau tidak ada rekomendasi dari bupati saya tidak mungkin lolos ke enam besar,” kata Firman. (sutarjo)