Pangku Raya Akan Ditingkatkan Statusnya Menjadi Desa

oleh

MUARA TEWEH – Saat ini, status Pangku Raya, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara hanya ada 32 RT. Padahal, wilayah itu sudah bisa dimekarkan hingga menjadi Desa.

Ditambah lagi, jarak dari Pangku Raya menuju Kota Muara Teweh hanya empat kilometer saja, dimana sebagian besar mata pencaharian warga setempat adalah petani, namun ada juga yang bekerja sebagai petani keramba.

Dengan Wilayah di pinggiran Sungai Barito, tentu sangat strategis jika dikembangkan perekonomian masyarakat dengan budi keramba.

Calon Bupati Incumbent, H. Nadalsyah bersama Sugianto Panala Putra saat kampanye dialogis di wilayah setempat, Senin (14/05/18) sangat gembira dengan antusias warga menghadari paparan visi dan misinya.

Nadalsyah menegaskan, usulan warga Pangku Raya untuk dimekarkan menjadi desa akan menjadi agenda pemerintah daerah. Sebab wilayah Pangku Raya sudah memenuhi kreteria menjadi Desa. Dan sekarang statusnya masih lingkungan RT untuk wilayah Teweh Tengah.

“Usulan statusnya menjadi dusun, kemudian baru menjadi desa,” kata Nadalsyah.

Untuk wilayah Pangku Raya, setelah menjadi desa, pembangunan nantinya juga mendapat kucuran dana Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Seperti halnya pengecoran beton jalan, yang saat ini pengerjaanya sudah hampir selesai, dimana dalam anggaran tahun 2018 sudah dikucurkan.

“Kita semua melihat sendiri hasil pembangunan yang dirasakan warga. Mulai dari pembangunan jalan,  pendidikan hingga kesehatan, sudah dilakukan pemerintah,” tutur Nadalsyah seraya dieluk elukan ratusan warga.

Selain itu, Nadalsyah juga mengatakan kepada masyarakat, bahwa selama ini bahan bakar minyak memang agak mahal, karenanya upaya dalam menimalisir agar harga stabil,  pemerintah daerah sudah mendirikan SPBU milik perusahaan daerah. Yang mana SPBU ini juga milik seluruh masyarakat Barito Utara.

Dengan berdirinya SPBU ini, maka sebentar lagi akan diresmikan dan beroperasi selama 24 jam.

“Dalam operasinya nanti akan melayani lapisan warga, baik untuk kendaraan umum,  maupun pelangsir,” katanya.

Untuk pelangir nantinya, akan disediakan tempat khusus, hal ini juga untuk melayani warga hingga kepedalaman. Dimana harga sesuai dengan standar.

“Pembangunan stasiun pengisian bahan umum tidak lain untuk mengatasi penurunan harga. Apalagi stasiun pengisian bahan bakar umun ini milik seluruh masyarakat Barito Utara,” tegas Nadalsyah. (bani)