Komitmen Karolin Maksimalkan Potensi Ekonomi Masyarakat Sungai Kakap

oleh
Cagub nomor urut 2, Karolin saat berswafoto bersama kaum Ibu. Foto : Istimewa

KUBU RAYA – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa menuturkan dirinya akan membantu memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat Sungai Kakap dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan meningakatkan sumber daya manusia di kecamatan itu.

“Jika masyarakat mempercayakan kepada saya dan Pak Gidot untuk memimpin Kalbar, kami akan bersinergi dengan pemerintah daerah Kubu Raya dalam meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Kakap ini,” kata Karolin saat melakukan kampanye dialogis di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Karolin mengatakan, selama ini, Kecamatan Sungai Kakap merupakan daerah pertanian, dimana sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian palawija dan perkebunan kelapa.

Menurutnya, potensi pertanian itu jelas menjadi prioritasnya ke depan, dimana dirinya sudah menyiapkan program mekanisasi pertanian untuk meningkatkan hasil panen masyarakat.

“Alsintan Centre yang ada di Kecamatan Sungai Kakap ini, akan kita maksimalkan, agar tidak hanya sebagai penyedia alat pertanian bagi masyarakat, tetapi juga sebagai pusat informasi perkembangan pertanian bagi masyarakat Sungai Kakap dan daerah lainnya,” katanya.

Aggota DPR RI dua periode ini pun menambahkan, dirinya juga melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan dari hasil perkebunan kelapa yang diolah masyarakat Sungai Kakap.

Diketahui, kata dia, di Desa Sungai Kupah tersebut, terdapat 1500 hektar kebun kelapa dan desa ini menjadi daerah pembibitan kelapa dalam dengan bibit unggul. Hal itu, menurutnya, tentu menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan.

“Namun, tadi saya lihat, banyak tempurung dan sabut kelapa yang  ada disekitar sini yang tidak dimanfaatkan masyarakat. Padahal, jika dimanfaatkan, tentu akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Karolin mengatakan, dirinya akan memaksimalkan hal itu nantinya, dimana jika menjadi Gubernur Kalbar, dirinya akan memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk mengolah sabut dan tempurung kelapa menjadi produk bernilai.

“Jadi, selain menggantungkan hidup dari buah kelapa, yang diolah menjadi gula merah dan minyak kelapa, ke depan masyarakat kita harapkan bisa mengolah tempurung kepala dan sabut kelapa menjadi produk kerajinan. Kalau di Jogja, semua bagian kelapa itu dimanfaatkan, dan ke depan, ini juga bisa kita lakukan di Sungai Kakap dan beberapa daerah penghasil kelapa lainnya,” kata Karolin. (**)