Tim SAR Pontianak Hentikan Pencarian Karyawan PLTU Tanjung Gondol yang Hilang Sepekan

oleh
Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran dikawasan perairan tempat hilangnya karyawan PLTU. Foto : Istimewa

BENGKAYANG – Memasuki hari ke 7, pencarian Dedi Ilahi (21), pekerja crane di PLTU Tanjung Gondol, Kabupaten Bengkayang terus dilakukan tim  SAR gabungan.

Penyisiran  pun diperluas hingga mencapai 25 Nautical Mill daerah perairan dan daratan disepanjang Pantai Tanjung Gondol, Kabupaten Bengkayang dengan pola pencarian paralel.

Namun hingga petang, korban belum juga ditemukan, setelah dilakukan evaluasi dan musyawarah maka diambil keputusan bersama untuk menghentikan sementara pencarian hingga ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

SAR Mission Coordinatior dalam operasi ini, Hery Marantika, S.H., M.Si mengatakan, mulai dari diterimanya informasi hilangnya karyawan PLTU di wilayah perairan, Basarnas Kalbar beserta  Tim SAR gabungan telah berupaya keras untuk mencari dan menemukan korban.

Namun Tuhan mungkin berkehendak lain, saat ini tim SAR gabungan menghentikan upaya pencarian, dan mengambil langkah seperti melakukan evaluasi dan dilanjutkan dengan pematauan.

“Operasi pencarian dan pertolongan akan kita buka kembali apabila kita menerima informasi tanda-tanda  korban ditemukan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak ini.

Lanjut Hery Marantika, pihaknya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap unsur yang telah terlibat dalam pencarian selama tujuh hari kebelakang. Kendati hasil operasi pencarian dan pertolongan ini belum membuahkan hasil yang maksimal.

“Saya Bersifat Pribadi dan Institusi, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama dari semua unsur potensi SAR yang terlibat, seperti TNI/POLRI,Pemkot Singkawang,dan unsur masyarakat,terlebih kepada pihak Keluarga. Kedepan kami berharap koordinasi,komunikasi,serta sinergitas antar instansi terkait seperti lebih kita eratkan lagi, demi memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat di Provinsi Kalbar,” ujarnya. (**)