FAJI Kalbar Ikuti Pelatihan Pelatih Arung Jeram di Cibubur

oleh

PONTIANAK –  Saat ini, di banyak cabang olahraga, para atletnya tidak hanya disyaratkan memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi kekuatan fisiknya saja.

“Faktor penting lainnya adalah bagaimana seorang atlet, misalnya, juga memiliki kemampuan pengendalian emosi yang terkadang mengalami pasang surut saat ia berada di arena pertandingan,” ungkap Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (Pengprov FAJI) Kalimantan Barat, Hermayani Putera, kepada sejumlah wartawan.

Penerapan metode pengetahuan sport science semacam ini menjadi penting dalam setiap pengembangan pembinaan prestasi para atlet. Ini bertujuan untuk mencari metode pemahaman yang lebih mendalam terkait strategi pelatihan yang dilakukan oleh para pelatih terhadap atletnya, selain dari faktor pembinaan fisiknya.

Pola ini memiliki peran penting dan sangat berpengaruh terhadap bagaimana seorang pelatih mampu mengelola kondisi mental atlet dalam usahanya memenangkan sebuah pertandingan.

Arung jeram, sebagai salah satu cabang olahraga yang mulai akan dipertandingkan secara profesional pada helatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua nanti, juga tidak mau ketinggalan untuk mempersiapkan para pelatihnya. Karenanya, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI), pada 7 sampai 9 Mei ini akan menggelar pelatihan pelatih atau tranning of trainer di Cibubur, Jawa Barat.

Nantinya, para peserta yang berasal dari seluruh pengurus provinsi arung jeram se-Indonesia tersebut, akan menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan yang salah satunya akan berperan dalam pengkondisian pengelolaan pikiran atlet supaya memiliki konsentrasi yang baik saat menjalankan latihan maupun saat bertanding.

“Kita yang baru saja membentuk Pengprov FAJI Kalbar beberapa bulan lalu, dengan pendanaan swadaya dari para pengurus, akan mengirim dua personil pada kegiatan tersebut,” tambahnya. (*)