Akhiri Hidup Karena Asmara

oleh

SANGGAU – Doni Saputra (19), warga Dusun Sepona, Kelurangan Nanga Biang, Kecamatan Kapuas nekad mengakhiri hidupnya dengan tragis di tali gantungan kos-kosan yang ditempatinya di jalan Sutan Syahril, Sabtu (05/05/18) sekitar pukul 15.00 Wib. Kematian remaja ini diduga dipicu asmara.

Doni ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan masih tergantung di kamar mandi indekosnya. Warga sekitar pun langsung heboh mendengar kabar ada orang gantung diri tersebut.

Menurut keterangan saksi, Elsandari Putri yang belakangan diketahui sebagai pacar korban, ia datang ke kos korban. Sesampainya disana, dia menemukan korban dalam kondisi tergantung tali kabel telepon di dalam kamar mandi. Melihat hal itu, sang pacar kemudian menghubungi bibi korban, Siskawati untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Setelah itu, dia meminta tolong kepada Andi Nasarudin untuk mencoba menurunkan korban dengan cara memotong tali kabel menggunakan tang. Sementara bibi korban, usai diberitahu, mendatangi Mapolres Sanggau untuk melaporkan kejadian tersebut. Mendapat laporan tersebut, kepolisian didampingi Ketua RT setempat, Junaidi mendatangi lokasi gantung diri tersebut. Kepolisian kemudian melakukan langkah penanganan serta membawa korban ke RSUD Sanggau dan menghubungi keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Muhammad Aminuddin mengungkapkan dari sejumlah keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi maupun penyelidikan bahwa dugaan awal sehingga korban nekat melakukan aksi bunuh diri dikarenakan perkara asmara atau putus cinta.

“Iya dugaan awalnya adalah persoalan asmara atau putus cinta sehingga nekat bunuh diri,” kata Kasat Reskrim kepada wartawan, Minggu (06/05/18) pagi.

Pihak kepolisian, lanjut Kasat, masih mengambil keterangan-keterangan dari para saksi dan menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

“Jadi dugaan awalnya seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Kami masih menyelidiki lebih lanjut termasuk mengambil sejumlah keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya. (indra)