TKA yang Ada di Sekadau Harus Dilakukan Pengecekan

oleh

SEKADAU – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di sektor perkebunan, mesti segera dilakukan pengecekan oleh pihak terkait. Pasalnya perusahaan perkebunan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan asing, banyak merekrut tenaga kerja dari negaranya.

“Kita sering melihat tenaga kerja asing yang bekerja di PT Parna Agro Mas (PAM). Namum kita tidak apakah mereka bekerja secara legal atau ilegal. Karena PT PAM adalah milik orang Korea, tentu tenaga kerja juga banyak dari sana. Kalau memang mereka tenaga kerja legal, harusnya masyarakat mengetahui berapa jumlahnya dan memegang jabatan apa mereka di perusahaan tersebut,” kata Dinus, warga Belitang Hilir kepada awak media Sabtu (05/05/18) di Sekadau.

Menurut dia, jika bukan instansi terkait yang menulusuri tidak mungkin bisa orang lain. Sebab,di lapangan masyarakat sering melihat mereka, namun masyarakat tidak mengetahui, apakah mereka merupakan TKA legal atau illegal.

“Kita tidak ingin mereka datang secara ilegal, namum diterima sebagai tenaga kerja di perusahaan. Saya curiga mereka TKA Ilegal karna mereka jarang keluar komplek perusahaan,” ungkap Dinus.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sekadau, Hendi menangapi permasalahan tenaga kerja asing yang perlu di cek ulang ke setiap perusahaan.

Tujuannya adalah agar tidak terjadi salah paham antar TKA dan tenaga kerja dari penduduk setempat. Semuanya mesti berimbang, agar terjadi pemerataan bagi mereka terhadap dampak investasi di Sekadau.

“Kita minta instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lapangan. Tujuannya tentu agar mereka memiliki visa kerja, bukan visa wisata. Saya tidak ingin ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari TKA Ilegal,” tegas Hendi.

Dikomfirmasi kepada Basuki Rahmat, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Atap, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sekadau mengatakan, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Sekadau sebanyak 19 orang. Jumlah itu tersebar di berbagai perusahaan yang ada di Sekadau. Namun yang terbanyak bekerja di PAM

“Satu orang di Polobut bertugas sebagai Rohaniawan, kemudian dua orang bekerja di Gunas Group, dua orang di Lyman group, sisanya di PT PAM. Artinya, yang bekerja di PAM berjumlah 14 orang,” katanya singkat. (sutarjo)