Bhayangkari Harus Jadi Pelopor Anti Hoax

oleh

PONTIANAK – Maraknya berita hoax di kalangan pengguna media sosial, membuat kekhawatiran bagi semua masyarakat yang tidak bijak dalam bermedsos. Untuk menangkal hal tersebut, Bhayangkari harus menjadi teladan pelopor anti Hoax, baik di lingkungan pergaulan, maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya mengimbau kepada Ibu Bhayangkari untuk mulai memfilter berita yang belum tentu kebenarannya, terutama kepada putra-putri kita, agar jangan sampai lepas kontrol terhadap mereka,” ungkap Wakil Ketua Bhayangkari cabang Kota Pontianak, Etty Sigid Haryadi pada acara sosialisasi Anti Hoax dihadapan anggota Bhayangkari se cabang Kota Pontianak, Sabtu (05/05/18).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol M Husni Ramli, Si.K, MH yang menjadi narasumber kegiatan ini menjelaskan, menyebarluaskan berita bohong atau Hoax adalah melanggar Undang-Undang, sesuai dengan pasal 27 ayat 1 dan 2 Undang-Undang ITE no. 19 Tahun 2016. Dan di dalam pasal tersebut jelas ancaman pidananya paling lama 6 tahun penjara, dan denda paling banyak sebesar Rp1 miliar.

“Jadi jangan main-main ketika menyebarkan berita bohong,” tegasnya.

Untuk itu, Kompol Husni mengingatkan kepada ibu-ibu khususnya yang senang dengan berbelanja online, agar berhati hati sehingga tidak menjadi korban penipuan atau pemerasan. Sebab, banyak cara yang dilakukan oleh oknum di dalam media social untuk melakukan penipuan.

Kompol Husni juga memberikan tips agar terhindar dari hukum berkaitan dengan Hoax diantaranya, ketika menerima berita dari media social, agar memastikan kebenaran berita tersebut dan jangan langsung disebar luaskan.

“Ketika ingin menyebarkan suatu berita, kita haru melihat dahulu apakah berita itu bermanfaat atau tidak,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Kompol Husni berpesan kepada ibu-ibu Bhayangkari agar bijak dalam bermedia social. (uun)