Karolin-Gidot Fokus Lanjutkan Pembangunan Perbatasan

oleh
Calon Gubernur Kalbar, dr. Karolin Margret Natasa saat berdialog dengan warga. Foto : Istimewa

SINTANG – Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa memastikan pembangunan daerah perbatasan akan dilanjutkan. Menurutnya, pembangunan daerah perbatasan menjadi skala prioritas pemerintah saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Di Kalbar ini ada lima daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Perbatasan antar negara di kabupaten Sintang inilah, yang pembangunannya masih belum optimal,” kata Karolin saat Kampanye Dialogis di Kabupaten Sintang, Rabu, (02/05/18).

Menurut Karolin, kendala pembangunan perbatasan di Kabupaten Sintang antara lain, karena adanya masalah tekhnis yang tak kunjung dituntaskan pemerintah Kabupaten. Yaitu pelimpahan status jalan, dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

“Hambatan teknisnya itu belum lengkap dokumennya, karena masalah status jalan. Khususnya jalan paralel menuju perbatasan antar negara di desa jasa dan senaning itu. Tapi sudah dibereskan tahun 2017 lalu, karena memang melimpahkan urusan ke pusat itu bukan hal yang gampang,” jelasnya.

Karolin juga mengungkapkan kondisi perbatasan di Kabupaten Sintang seperti di Desa Jasa, saat ini memang sudah jauh lebih baik. Dimana, antara perbatasan di Desa Jasa itu akan ada jalan paralel, sampai dengan ke Balai Karangan dan Entikong Kabupaten Sanggau.

“Jadi untuk daerah Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi pembangunan ini akan kita teruskan. Namun memang harus bertahap, karena pemerintah juga menyesuaikan kondisi keuangan,” lanjut Karolin.

Agar ada kepastian pembangunan di daerah perbatasan antar negara di provinsi Kalbar, Karolin menyatakan jika hal itu bisa dilanjutkan. Saat dirinya bersama Suryadman Gidot, terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

“Hanya kami yang bisa melanjutkan pembangunan di provinsi Kalbar, khususnya membuka daerah yang masih terisolasi. Kami punya akses dan kedekatan politik dengan pemerintah pusat. Kemudian memaksimalkan pembangunan jalan paralel perbatasan serta infrastruktur penunjang lainnya. Kalo ini bisa diteruskan, maka daerah perbatasan kita akan sama seperti yang ada di Entikong. Masyarakat juga akan mendapat manfaat yang banyak dari hasil pembangunan ini,” pungkasnya. (**)