Ini Harapan Pangdam Tanjungpura Terkait TMMD Regtas ke-101 di Noyan

oleh

SANGGAU – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura, Mayor Jendral Achmad Supriyadi resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan (Regtas) ke-101 Kodim 1204/Sanggau tahun 2018 di Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kamis (03/05/18) di lapangan sepakbola Desa Sungai Dangin sekitar pukul 10.00 WIB.

Upacara penutupan dihadiri Pjs. Bupati Sanggau, Moses Tabah, Danrem 121/ABW, Brigadir Jendral Bambang Ismawan, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Herry Purwanto, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sanggau.

Kepada wartawan usai upacara Pangdam mengatakan, semakin banyak lokasi program TMMD, semakin berhasil nawa cita yang digaungkan Presiden Jokowi.

“Ini operasi TNI yang telah dilaksanakan selama tiga tahun. Saya berpendapat apabila nawacita Pak Jokowi ini berhasil, khususnya membangun dari pinggiran, maka TMMD ini khususnya volume di perbatasan diperbanyak,” tuturnya.

TMMD di Desa Sungai Dangin, lanjut jendral bintang dua itu, telah membuka isolasi. Sebelumnya, ruas jalan di daerah ini cukup sulit dilalui. Setelah melalui pelebaran dan pengerasan, akses sepanjang 29 kilo meter yang menjadi target TMMD, membuat transportasi menjadi mudah.

“Begitu akses transportasi bagus, maka roda perekonomian dengan sendirinya lancar. Banyak sekarang desa-desa di daerah-daerah perbatasan yang masih terisolir. Bisa dilalui hanya menggunakan motor. Tapi bagaimana kalau membawa barang yang lebih besar. Maka dengan ini, jalan-jalan yang hanya 16 atau 20 kilo itu dibuka dulu. Dengan TMMD atau kegiatan lain yang melibatkan TNI,” ungkapnya.

Pangdam juga menceritakan pengalamannya ke Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu. Di sana, kata dia, transportasi darat sangat sulit, sehingga masyarakat menggadalkan jalur air.

“Karena itu BBM sangat mahal. Cost-nya lebih besar, sehingga pendapatan mereka akan berkurang,” katanya.

Ia berharap pembukaan akases isolasi dapat diikuti dengan penyediaan fasilitas lainnya, seperti listrik. Hingga saat ini, Desa Sungai Dangin belum dialiri listrik PLN. Padahal di desa tersebut terhadap sekolah dasar dan menengah.

“Anak-anak sekolah, dengan berbasis komputer ya ndak bisa ujian di sini. Padahal di sini ada SMP. Mereka harus ke Balai Karangan yang jaraknya sekitar 25 kilo meter. Dan di sana harus ada penampungan, dan harus bawa alat masak-memasak. Jadi dengan dibukan akses jalan dan membuka isolasi satu daerah, hendaknya diikuti oleh jaringan listrik,” harapnya.

Setelah jalan dan listrik, jaringan telekomunikasi juga tak kalah pentingnya. Pasalnya di TMMD kebanyakan adalah blank area alias tak bersinyal.

“Jadi alangkah bagusnya membangun dari pinggiran, jalan-jalan pararel sudah, kemudian jalan-jalan yang menghubungkan ke kampung-kampung itu, yang hanya 10-20 kilo, itu dibuka. Kemudian listrik dan komunikasi,” sarannya.

Sementara itu, Pjs Bupati Sanggau, Moses Tabah, mengucapkan terimakasih kepada TNI yang telah berpartisipasi melakukan kegiatan TMMD. Ia berharap hasil yang didapat ini dapat membantu masyarakat. Terutama dalam sosial dan ekonomi.

Apakah jalan yang telah dibangun itu akan diaspal? Mengingat jika tak segera diaspal atau rabat beton, ruas jalan yang masih berupa tanah itu lama-kelamaan akan hancur kembali.

“Nanti tergantung musyawarah di kecamatan, dan mengusulkan ke Kabupaten dan dilihat mana prioritas yang akan diaspal, karena anggaran kita juga terbatas. Jadi ada prioritas, yang menyangkut kepentingan rakyat banyak akan didahulukan. Mudah-mudahan ini masuk kategori yang diprioritaskan,” terang Moses.

Sedangkan soal listrik, ia mengaku Pemda telah mengajukannya ke PLN. Persoalannya, kata Moses, PLN masih keterbatasan daya. Satu sisi untuk membangun pembangkit-pembangkit baru membutuhkan biaya mahal. “Apalagi ini kan urusan pusat, kemudian planingnya juga dari pusat,” jelasnya.

Soal pembangkit energi alternatif, seperti PLTMH, Moses berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Apakah mereka punya kebijakan menggunakan tenaga alternatif? Kita akan singkronkan di Musrembang Provinsi, karena kalau kabupaten sendiri tak kuat. Harus ada sinergisitas antara kabupaten dan provinsi,” pesannya.

Untuk jadwal dan lokasi TMMD selanjutnya masih belum diputuskan. Yang pasti lokasi yang menjadi pilihan adalah pedalaman, perbatasan dan terpencil. (indra)