Bersama PT AGU, DPRD Barut Bahas Masalah Perkebunan

oleh

MUARA TEWEH –  Masalah ketenagakerjaan oleh perusahaan, telah dibahas bersama pansus DPRD bersama perusahaan sawit PT Antang Ganda Utama (AGU) di aula DPRD,  Kamis (03/05/18).

Rapat bersama perusahaan itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Barut,  Hj Mery Rukaini. Sementara moderator adalah Ketua Pansus DPRD,  H. Tajeri.

Menurut Tajeri, berdasarkan keterangan masyarakat yang diterimanya, banyak permasalahan yang diterpa perusahaan. Seperti halnya perijinan hingga kawasan perkebunan yang saat ini masih dipertanyakan.

Dalam rapat pansus itu, H. Tajeri mempertanyakan masalah praktek PT DSN (Dhanistha Surya Nusantara) di dalam PT AGU.

“Adanya perusahaan dalam perusahaan hingga saat ini kami belum memahaminya, karena kop surat memakai perusahaan, sedangkan ijin perusahaan lain, dan ini perlu dijelaskan,” kata Tajeri.

Sementara Purman Jaya, anggota pansus juga mempertanyakan masalah adanya kemitraan dengan beberapa koperasi di desa Sabuh dan Sikuy. Sebab, perawatan kebun kurang dilakukan perusahaan. Sehingga untuk saat ini, buah menjadi berkurang, hal ini juga membawa dampak pada hasil petani.

“Jadi kami menginginkan infirmasi dari perusahan atas informasi yang disampaikan warga,” kata Purman Jaya.

General Manager PT AGU, Norman Putra mengatakan,  PT DSN merupakan satu gruop dengan PT AGU yang merupakan anak perusahan Makin Gruop.

“Terkait permasalahan perijinan, perusahaan telah menerima surat dari kementerian kehutanan khususnya masalah perijinan kawasan,” tuturnya.

Selain itu, penggunaan kawasan hutan secara tidak prosedural seluas 14.613 hektar oleh pihak PT DSN, saat ini sedang dalam proses penyelesaian di kementerian.

Dijelaskannya juga, mengenai pola kemitraan, perusahaan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dan tentunya masalah kemitraan adalah hal yang perlu disikapi oleh perusahaan. Karena ini merupakan hal yang wajib dilaksanakan. (bani)