Polda Tetapkan 230 Orang Terlibat PETI

oleh

PONTIANAK – Sebanyak 96 kasus pertambangan emas tanpa izin (Peti) di Kalimantan Barat berhasil diungkap dalam operasi Peti Kapuas 2018 selama empat belas hari, terhitung sejak 10 hingga 23 april 2018. Sementara pelaku yang ikut diamankan sebanyak 230 tersangka.

“Para pelaku ini ditangkap lantaran terbukti melakukan kegiatan ilegal dengan cara mengambil emas menggunakan peralatan pertambangan emas,” ungkap Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono dalam keterangan persnya, Rabu siang (02/05/18).

Dari data kepolisian selama operasi peti yang dilaksanakan di Kalimantan Barat, sebanyak sembilan puluh enam kasus berhasil diungkap. Dan dari jumlah tersebut, Kabupaten Sintang masih marak terjadi pertambangan emas ilegal.

Hal ini dibuktikan dengan kasus yang diungkap Polres Sintang sebanyak 18 kasus dengan jumlah pelaku sebanyak 26 orang.

Sementara wilayah yang paling sedikit kasus pertambangan emas ilegal ada di Mempawah dan Sekadau, dimana masing masing ada 2 kasus.

“Rata rata para pelaku sudah melaksanakan kegiatan penambangan emas ilegal selama bertahun tahun. Mengingat pendapatan mereka dalam satu hari bisa mencapai lima hingga enam gram emas,” jelasnya.

Para pelaku peti ini akan dikenakan undang undang nomor 4/ tahun 2009/ tentang pertambangan mineral dan batu bara, ayat 158 dan ayat 161, dengan ancaman kurungan badan selama sepuluh tahun dan denda sepuluh miliar rupiah. (uun)