Pertamina Sosialisasikan Penggunaan LPG Non Subsidi di Singkawang

oleh

SINGKAWANG – PT Pertamina (Persero) melakukan sosialisasi penggunaan LPG atau gas non subsidi kepada para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami melakukan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi atau Bright Gas untuk ASN dan pelaku usaha di Kota Singkawang, agar LPG subsidi memang benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak,” kata Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah kepada wartawan di Singkawang, Rabu (02/05/18).

Johan memberikan apresiasi atas dukungan Pemkot Singkawang terkait gerakan sadar subsidi, yakni agar LPG subsidi digunakan oleh masyarakat yang berhak, dengan beralih kepada LPG non subsidi, salah satunya Bright Gas lima kilogram tersebut.

“Tugas kami dalam hal penyedia LPG subsidi bagi kebutuhan masyarakat, dan kami berkomitmen penuh untuk mendistribusikan dari supplypoint sampai titik-titik pangkalan sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Johan.

Ia menambahkan, LPG subsidi memang peruntukkan untuk sektor rumah tangga yang tidak mampu, dan usaha mikro sesuai dengan aturan pemerintah dengan melihat dari omzetnya maksimal Rp300 juta rupiah per tahun atau 800 ribu per hari.

“Kami berkomitmen untuk distribusi LPG subsidi sesuai dengan jumlah atau kuotanya. Insa Allah LPG subsidi sampai pada yang berhak menggunakannya,” ujarnya.

Ia berharap, ke depannya para ASN dan pelaku usaha di lingkungan Pemkot Singkawang untuk beralih atau menggunakan LPG non subsidi. “Dan menjadi tugas bersama dalam menjaga agar mendistribusikan LPG subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak,” kata Johan.

Sementara itu, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyambut baik sosialisasi LPG Bright Gas atau gas non subsidi bagi para ASN dan pelaku usaha di lingkungan Pemkot Singkawang.

“Kami sangat mendukung sosialisasi gerakan sadar subsidi kepada para ASN dan pelaku usaha agar menggunakan LPG non subsidi, agar penggunaan LPG tiga kilogram tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, terkait penggunaan LPG non subsidi, agar LPG subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang berhak.

“Mari kita mendeklarasikan penggunaan LPG non subsidi atau dikenal dengan deklarasi pink, oleh para ASN dan pelaku usaha di Kota Singkawang,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada para ASN Pemkot Singkawang untuk menjadi pelopor penggunaan LPG non subsidi tersebut.

“Sekarang siapa ASN yang masih LPG subsidi, yang dijawab tidak ada lagi oleh para perwakilan ASN yang hadir pada sosialisasi tersebut, agar ke depannya LPG subsidi memang benar-benar digunakan oleh yang berhak,” katanya.

Ia meminta para camat, lurah dan RT agar sadar subsidi, artinya ikut mensosialisasikan kepada masyarakat yang mampu, agar tidak lagi menggunakan yang bukan haknya lagi, seperti tidak lagi menggunakan gas subsidi tersebut.

“Mari kita berikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa gas subsidi hanya boleh digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” pintanya. (rilis)