Pangkas Jarak Tempuh Nadalsyah Janji Akan Bangun Jembatan Penghubung

oleh

MUARA TEWEH – Mayoritas warga di Kabupaten Barito Utara, mengharapkan agar pemerintah daerah membangun jembatan penyeberangan di wilayah Montallat, guna menghubungkan antar  Kecamatan.

Hal ini bukan saja untuk masyarakat Barito Utara saja, tetapi juga untuk Kabupaten tetangga seperti Murung Raya. Karena ketika dibangun jembatan, secara otomatis menuju ibu kota provinsi akan lebih dekat.

Hal inilah yang dicanangkan pasangan H. Nadalsyah – Sugianto Panala Putra, bila terpilih kembali sebagai orang nomor satu di bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

H. Nadalsyah menegaskan, jembatan penyeberangan untuk wilayah Kecamatan Montallat, sangat diperlukan warga. Selain untuk jalur ibu kota Kecamatan, juga jalur ke Kota Palangkaraya.

Sementara saat ini lanjut dia, jarak tempuh dari Muara Teweh ke Palangkaraya memakan waktu hingga tujuh sampai delapan jam perjalanan dengan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat.

Dimana jarak tempuh itu hanya bisa dilalui melalui kabupaten tetangga, yaitu Barito Selatan. Sedangkan dari Muara Teweh ke Barito Selatan kurang lebih tiga jam. Dan dari Barito Selatan menuju ibu kota kurang lebih empat jam.

Namun dengan dibangunnya jembatan penyeberangan nanti, jarak tempuh ke Palangkaraya hanya memakan waktu empat jam. Jalan tersebut,  memang sudah ada dengan melewati jalan perusahaan.

“Saat ini memang sudah ada jalan menuju Palangkaraya, dengan melintasi hutan dan ini sudah sering dilewati warga, terutama Tumpung Laung bila hendak ke ibu kota provinsi,” kata Nadalsyah.

Jembatan penyeberangan nanti, akan mulai dibangun pada tahun 2020 mendatang, sesuai dengan perencanaan. Karenanya Nadalsyah juga perlu dukungan semua lapisan masyarakat, untuk mewujudkan harapan masyarakat Barito Utara.

Dijelaskannya, dengan dibangunnya jembatan yang membentang di sungai Barito Utara, bukan saja memangkas jarak ke Palangkaraya, tetapi dari segi ekonomi, juga dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.

Sebab hasil bumi atau pertanian dapat dengan mudah dipasarkan oleh masyarakat, sehingga nilai ekonomi akan lebih meningkat. Selain itu lalu lintas kendaraan bermotor juga akan menambah geliatnya roda ekonomi terutama warga sekitar.

“Dengan dibangunnya jembatan penyeberangan, maka membuka keterisolasian, dimana untuk wilayah Tumpung Laung saat ini hanya bisa ditempuh melalui jalut air. Tapi dengan adanya jembatan, sudah pasti akan menambah keramaian nantinya,” pungkasnya. (bani)