Karolin-Gidot Siapkan Kartu Jala untuk Sejahterakan Nelayan

oleh
Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot saat berdialog dengan warga di Sambas. Foto : Istimewa

SAMBAS – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, menyiapkan program jitu yaitu ‘Kartu Jala’ untuk para Nelayan di wilayah pesisir Kalbar. Kartu Jala yang akan diberikan kepada Nelayan itu, bermanfaat dalam memaksimalkan bantuan pemerintah yang memang sudah disiapkan khusus untuk Nelayan.

“Kartu jala ini kartu yang akan kita berikan kepada nelayan. Untuk menjamin bantuan pemerintah, seperti alat tangkap untuk nelayan. Kartu jala ini juga dapat dijadikan keluarga para nelayan di Kalbar, saat kesulitan mendapat modal dan kesulitan lainnya,” kata calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot saat berdialog dengan masyarakat nelayan di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Senin (30/04/18).

Tidak hanya itu, perhatian pasangan Karolin-Gidot pada para Nelayan di Kalbar juga ditunjukan dengan hadirnya pemerintah daerah, dalam meningkatkan taraf hidup para Nelayan.

“Selain kartu jala, kita juga akan berikan pembinaan kepada para nelayan di Kalbar. Hal itu berkaitan dengan pengelolaan hasil tangkapan nelayan, seperti pembuatan ikan asin. Jadi, jangan ikan itu kita langsung jual semua ke pasar. Untuk jenis tertentukan ada yang bisa dikelola dulu oleh istri-istri nelayan, untuk menunjang penghasilan mereka,” lanjutnya.

Mengingat potensi Sumber Daya Alam sektor kelautan di Kalbar sangat luar biasa, Karolin-Gidot juga sudah menyiapkan solusi, agar ikan hasil tangkapan Nelayan bisa dijual ke pasar Internasional.

“Untuk Kabupaten Sambas inikan dekat dengan Malaysia, Brunei dan lainnya. Jadi hasil laut kita tidak hanya dipasarkan di daerah kita saja,” ungkap Gidot.

Untuk merealisasikan kesejahteraan Nelayan di Kalbar, Karolin-Gidot menilai, penguatan organisasi Nelayan menjadi hal utama yang harus dilakukan. Sehingga para Nelayan itu bisa lebih kuat dengan adanya organisasi atau wadah, bagi mereka untuk bersama-sama memperjuangkan Nelayan Kalbar yang hebat.

“Ini harus mendapat dukungan dari pemerintah. Kita nanti akan buatkan kelompok nelayan. Jika kurang modal, kita akan siapkan bantuan modalnya kerjasama dengan Bank yang ada,” pungkasnya. (**)