Operasi Patuh Kapuas 2018 Dimulai

oleh

PONTIANAK – Operasi Patuh Kapuas yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, dimulai pada tanggal 26 April 2018 hingga tanggal 9 Mei 2018.

Menurut Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, kegiatan ini dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, yang lebih difokuskan pada sisi penegakan hukum terutama kelengkapan surat-menyurat kendaraan.

“Dengan persentase 25 persen untuk kegiatan preemtif, kemudian 25 persen preventif, dan 50 persen penegakan hukum, yang akan dimulai tanggal 26 April 2018 hingga tanggal 9 Mei 2018,” ungkap Kapolda Kalbar, usai Apel gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2018, di Jalan Rahadi Usman Kamis (26/04/18), pukul 07:00 WIB.

Dijelaskannya bahwa, untuk mengantisipasi segala dampak yang akan timbul akibat adanya modernisasi moda transportasi saat ini, untuk itu program-program penyelamatan kemanusiaan dalam berlalulintas dapat diatasi dan ditanggulangi bersama-sama.

Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan umum jalan, Polri diharapkan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban dalam berlalulintas.

“Selain itu Polri juga bertugas untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas, serta membangun budaya tertib berlalulintas,” paparnya.

Hal itu menurutnya, tidak dapat hanya dilakukan oleh personel polisi lalulintas sendiri, untuk itulah diperlukan adanya sinergitas antara pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencapai solusi untuk mengatasi masalah yang dapat diterima oleh semua pihak dalam mengatasi masalah tersebut.

“Keselamatan dalam berlalulintas baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua maupun empat memang sering diabaikan, bahkan dianggap tidak penting. Karena terburu-buru, karena ingin cepat dan seterusnya, sehingga mengabaikan keselamatan lalulintasnya dan orang lain,” kata dia.

Berdasarkan data jumlah kecelakaan lalulintas operasi patuh 2017, sebagai komparasi dikatakannya jumlah kecelakaan di seluruh Indonesia sebanyak 2.203 kejadian, dibandingkan tahun 2016 mengalami penurunan sebanyak 239 kejadian, sehingga angka kejadian pada tahun 2016 berjumlah 2.542 kejadian.

Data korban meninggal dunia tahun 2017 sebanya 420 orang, yang meningkat dibanding tahun 2016 sebanyak 412 orang korban, yang meningkat sebanyak 8 orang atau 2 persen.

Jumlah korban luka berat tahun 2017 sebanyak 407 orang, tahun 2016 sebanyak 724 orang. Pada jumlah angka pelanggaran tahun 2017 sebanyak 841.244, sedangkan tilang sebanyak 676.317 lembar, teguran 164.927.

“Secara umum dari hasil evaluasi tersebut diatas, bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran surat-surat, kemudian penggunaan savety belt dan melanggar rambu-rambu,” tuturnya.

Untuk data jumlah kecelakaan lalulintas dalam operasi patuh di Kalbar tahun 2017 sebanyak 18 kejadian, sementara pada tahun 2016 sebanyak 25 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia dalam operasi patuh Kapuas 2017 sebanyak 9 orang, sementara tahun 2016 sebanyak 7 orang. Korban luka berat 2017 sebanyak 8 orang, tahun 2016 sebanyak 22 orang.

“Untuk 2018 hari ini kita melaksanakan operasi patuh, saya harap kita komitmen semua untuk zero pelanggaran apalagi yang mengakibatkan meninggal dunia ataupun luka berat,” pungkasnya. (jon)