Karolin-Gidot Berkomitmen Siapkan Modal Usaha untuk Pedagang Kaki Lima

oleh
Calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot saat berdialog dengan PKL di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Foto : Istimewa

MELAWI – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Nasata dan Suryadman Gidot, sudah menyiapkan program kebijakan yang pro terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Pasangan ini juga akan menuntaskan sejumlah persoalan yang dihadapi para PKL, khususnya terkait modal usaha dan lokasi tempat berjualan yang layak.

Feny (43) seorang PKL di pasar tradisional Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, saat bertemu dengan calon wakil gubernur Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot, Rabu (25/4), mengeluhkan sikap pemerintah daerah setempat, yang cenderung menggunakan upaya penindakan terhadap para pedagang, khususnya PKL yang dianggap berjualan ditempat yang salah.

“Saya sih berharap bu Karolin dan pak Gidot mampu memberikan solusi, saat keduanya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Kami ini PKL hanya ingin berusaha dengan tenang, tanpa digusur. Kami tidak cari kaya, cuma cukup untuk makan. Kemarin kami digusur, tapi kami menolak karena kami minta dicarikan tempat yang cocok untuk kami berjualan,” kata Feny.

Menanggapi keluhan PKL di pasar tradisional Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot mengaku prihatin dengan aksi penggusuran yang kerap menimpa para PKL.

Menurut Gidot, harusnya pemerintah daerah bisa melalukan pendekatan yang lebih manusiawi.

“PKL itu ada disetiap daerah. Kalau saya di Bengkayang, saya ajak mereka (PKL) untuk berbicara dan mencari solusi jika keberadaan mereka mengganggu kegiatan warga lainnya. Seperti ditepi jalan. Saya yakin, jika didekati kemudian diberi pemahaman maka PKL mau dipindahkan dengan catatan harus ada tempat yang layak bagi PKL itu sendiri,” ucapnya.

Gidot juga menyebutkan, jika dirinya bersama Karolin, calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, sudah menyiapkan langkah kongkrit menunjang kelangsungan usaha para PKL di Kalbar.

“Kita akan siapkan bantuan modal untuk para PKL. Karena PKL ini juga termasuk pelaku UMKM yang dalam jangka panjang bisa dijadikan potensi usaha untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Gidot juga berpesan agar para PKL bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah. Misalnya meminta PKL untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan di lokasi mereka berjualan. Agar aktifitas jual beli berjalan lancar serta dapat mengundang banyak pembeli. (**)