Ditolak Bawaslu, Tim YAS Lanjut Lapor Polres

oleh

SANGGAU – Setelah laporannya ditolak Bawaslu Sanggau, tim pemenangan Yansen – Ason kini melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oknum pendukung pasangan lawan berimisial AS.

Laporan disampaikan Kamis (26/04/18) ke Mapolres Sanggau. Hadir dalam laporan tersebut, belasan warga Desa Kuala Buayan pendukung Yansen-Ason.

Gusti Mulyono, SH, advokat pasangan YAS yang ikut mendampingi warga Desa Kuala Buayan melapor ke Polisi menyampaikan, laporan yang mereka sampaikan diterima oleh petugas Kepolisian.

“Tadi yang melapor warga Buayan sendiri, mereka sempat di BAP sekitar dua jam lebih,” kata Mulyono.

Mulyono berharap, laporan yang disampaikan warga Kuala Buayan segera diproses untuk memberi efek jera bagi siapapun yang mencoba – coba merusak suasana Pilkada 2018 yang sudah berjalan aman dan damai.

“Ini pelajaran bagi siapapun yang mencoba – coba memprovokasi suasana Pilkada yang sudah aman ini,” kata Dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pendukung pasangan Yansen – Ason tersinggung dengan ucapanan salah satu oknum pendukung lawan di media sosial facebook yang menyebut pendukung Yansen – Ason Kuala Buayan adalah “Komunis”.

Sontak, bukan hanya memancing kemarahan warga Buayan, seluruh pendukung Yansen – Ason pun ikut marah. Akhirnya, tim Yansen – Ason melaporkan dugaan ujaran kebencian tersebut kepada Bawaslu Sanggau.

Pada Sabtu (21/04/18), Bawaslu mengeluarkan keputusan terkait laporan tersebut. Status laporan tersebut dinilai Bawaslu bukan merupakan pelanggaran pemilihan.

Menurut Bawaslu, proses penanganan dugaan pelanggaran dihentikan dan tidak diteruskan ke penyidik Polres Sanggau. (indra)