BPPHLHK Menilai Vonis Pelaku Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ringan

oleh
Ilustrasi

KUBU RAYA – Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Kalimantan, Subhan menilai sanksi terhadap pelaku perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Kalbar masih belum mampu memberikan efek jera.

“Secara umum saya lihat masih belum memuaskan, masih sangat rendah. Apalagi kasus-kasus TSL yang tidak sampai satu tahun vonis, saya pikir sangat mengecewakan dan sangat mengkhawatirkan,” ujarnya di Kubu Raya belum lama ini.

Ia mengkhawatirkan, jika sanksi hukuman yang diberikan kepada pelaku seperti hanya dihukum penjara di bawah satu tahun, maka tidak menutup kemungkinan perbuatan perdagangan TSL itu kembali dilakukan karena hukumannya yang ringan.

Demikian pula dengan hukuman bagi pelaku illegal logging.

“Sebenarnya juga masih tergolong rendah ya. Tapi masih lebih lumayan dibanding dengan vonis terhadap TSL,” kata Subhan.

Ia berharap kepada pihak terkait, terutama hakim dan jaksa untuk dapat melakukan tugasnya secara maksimal, di mana tuntutan dan vonis diberikan dengan mempertimbangkan efek jera.

“Sehingga kalau vonisnya itu tinggi, harapan kita ada efek jera sehingga bisa mengurangi aktivitas serupa di kemudia hari,” harapnya. (**)