Program 10 Sarjana Perdesa di Kayong Utara Perlu Dilanjutkan

oleh
Suasana pertemuan Bupati Kayong Utara dan mahasiswa IPB asal Kayong Utara. Foto : Rossi

BOGOR – Tiap desa di Kabupaten Kayong Utara dipastikan akan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpendidikan tinggi. Pasalnya, Pemerintah  Kabupaten Kayong Utara sejak lima tahun terakhir gencar mengirim putra/putri terbaiknya untuk menimba ilmu disejumlah Perguruan Tinggi terbaik di Kalbar maupun di Pulau Jawa.

Pengiriman pelajar asal Kabupaten Kayong Utara, untuk melanjutkan pendidikannya ini, merupakan bagian dari program 10 Sarjana disetiap desa yang diterapkan oleh H. Hildi Hamid semenjak menjabat sebagai Bupati Kayong Utara selama dua periode.

Program 10 Sarjana Perdesa yang digulirkan Pemkab Kayong Utara ini, disambut positif anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, H.M Rawi Na’im, dan legislator Partai Bulan Bintang (PBB) ini pun berharap supaya program ini terus dilanjutkan walaupun masa jabatan Bupati H. Hildi Hamid akan berakhir pada 25 Juni 2018.

“Siapapun yang menjadi Bupati nanti, jangan menyampingkan pendidikan. Persoalan pendidikan harus diutamakan, misalnya Program 10 Sarjana Perdesa yang jadi peogram unggulan Pak Hildi masih sangat baik untuk dilanjutkan,” ucapnya, saat tengah perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bogor, Selasa (24/04/18) kemarin.

Pemilik Penginapan Anugerah Sukadana ini menilai, jika masing-masing desa memiliki SDM yang terdidik dan berwawasan luas, tentunya berdampak positif bagi masyarakat desa setempat. Misalnya, dengan gelar Sarjana yang disandang tentunya dapat menjadi penggerak dan perlahan mengubah sudut pandang masyarakat desa menjadi lebih maju.

“Kita harus mengakui kalau pendidikan itu penting. Melalui pendidikan, seseorang menjadi berilmu, dan dengan ilmunya dia dimuliakan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Pemkab Kayong Utara, Hj Elyani Badaruzzaman mengatkan, jumlah mahasiswa yang dibiayai Pemkab lebih 1000 orang, dan tersebar diberbagai Universitas dan Perguruan Tinggi.

Bahkan, sambungnya, lebih dari 1000 mahasiswa tersebut, sudah banyak yang lulus dan menyandang gelar sarjana sesuai  dengan bidangnya masing-masing.

Satu diantara orang tua mahasiswa, Rahman, warga Simpang Tiga, kecamatan Sukadana mengaku senang dengan program kuliah gratis ini.

“Alhamdulillah, dengan program ini saya sebagai orang tua sangat terbantu, dan tak menyangka salah satu anak saya bisa kuliah di Malang, Jawa Timur,” terangnya.

Rahman melanjutkan, dengan anak yang sudah dibiayai pendidikannya, baginya sudah lebih dari cukup. Makanya, Ia tak terlalu berharap kepada pemerintah untuk memberikan pekerjaan kepada anaknya, jika lulus nantinya.

“Pemerintah sudah bantu, urusan kerja itu rezekinya masing-masing. Yang jelas, jika ilmunya sudah dikuasai insya Allah kerjaan dengan sendirinya akan datang,” katanya. (Rossi)