Masyarakat di Kapuas Siap Menangkan Karolin-Gidot

oleh
Calon Wakil Gubernur Kalbar saat bersama warga di Kabupaten Kapuas Hulu. Foto : Istimewa

PUTUSSIBAU – Masyarakat adat di Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Karolin-Gidot, untuk memimpin Kalbar lima tahun kedepan.

Deklarasi dukungan itu, disampaikan tokoh masyarakat adat di Rumah Adat Betang Baru, yang dihadiri langsung calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot Senin (23/04/18) lalu.

“Bu Karolin dan Pak Gidot sudah lama kami kenal. Karena keduanya sering berkunjung ke daerah pedalaman seperti di Kapuas Hulu ini. Apalagi bu Karolin, waktu masih jadi Anggota DPR RI sering kesini, mengadakan acara pengobatan dan silaturahmi dengan warga,” kata seorang Tokoh Adat Dayak, Rafael Belen.

Menurut Rafael, selain sudah dikenal warga di pedalaman Kalbar khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu, Karolin dan Gidot tidak diragukan lagi pengalamannya. Terlebih untuk mengurus sejumlah persoalan yang dialami masyarakat di pedalaman.

“Kita disini sudah mengenal keduanya. Jadi kami juga mendoakan agar Bu Karolin dan Pak Gidot bisa memenangkan pilkada dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar,” ucapnya.

Dukungan masyarakat Kalbar yang terus mengalir kepada pasangan Karolin-Gidot tidak lantas membuat pasangan ini besar hati. Selain memberikan apresiasi kepada warga yang mendukungnya, pasangan Karolin-Gidot yang dikenal masih muda, energik serta berpengalaman, justru semakin menunjukan komitmennya mewujudkan Kalbar hebat, dengan terus berkunjung dan menemui warga, untuk menyerap aspirasinya.

Calon wakil gubernur Kalbar Suryadman Gidot, menilai langkah kongkrit yang harus dilakukan untuk mewujudkan Kalbar hebat antara lain, dengan membuat payung hukum untuk melestarikan adat budaya, sehingga tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

“Kita akan wujudkan perda tentang masyarakat adat. Aturan ini, akan memayungi kepentingan masyarakat adat, seperti persoalan tanah adat. Kita juga akan terus mendorong kelestarian adat budaya, agar tetap ada,” tandas Gidot.

Selain itu, masyarakat adat di wilayah pedalaman Kalbar seperti di Kabupaten Kapuas hulu, saat berdialog dengan dirinya, mengeluhkan soal keterbatasan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Untuk layanan pendidikan, saya ini dulunya seorang guru, jadi saya akan dorong guru-guru untuk bertugas di daerah pedalaman. Tentunya akan kita beri tunjangan yang lebih banyak. Ini bentuk perhatian kita kepada para guru. Untuk sekolah menengah atas (SMA/SMK) tentunya kita akan wujudkan pemerataan sarana prasarananya. Itu kewenangan pemerintah provinsi, kita akan mengupayakannya,” jelas dia.

Sedangkan terkait layanan kesehatan, Suryadman Gidot yang berpasangan dengan calon gubernur Kalbar Karolin, dan latar belakang pendidikannya seorang dokter, bertekad mewujudkan layanan kesehatan hingga ke daerah pedalaman dan terpencil.

“Bu Karolin itu pernah bertugas di DPR RI, kebetulan urusannya kesehatan dan pendidikan. Kami punya jaringan cukup kuat di pusat sana, sehingga kami akan mendorong terus berbagai program kesehatan agar masuk dan bisa dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Kalbar,” pungkasnya. (**)