Kasus Illegal Logging di Kalbar Meningkat

oleh
Ilustrasi

KUBU RAYA – Sejak Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan berdiri pada 2016 lalu, sampai saat ini lembaga yang bernaung di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI ini berhasil mengungkap sejumlah kasus.

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan, Subhan mengungkapkan, untuk wilayah Kota Pontianak, kasus yang berhasil diungkap antara lain berkenaan dengan illegal logging dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL).

“Kita telah menangani banyak kasus. Dominan yang kita tangani adalah kasus-kasus terkait illegal logging dan juga kasus terkait dengan TSL yang dilindungi,” ujarnya saat bertemu awak media di ruang kerjanya, Kubu Raya, Selasa (24/04/18).

Untuk 2016, ada sembilan kasus yang ditangani. Dua kasus terkait perdagangan TSL, dan tujuh kasus lainnya masalah illegal logging.

“Sedangkan untuk tahun 2017 ada 12 kasus. Dua kasus terkait dengan TSL, 10 kasus lainnya terkait dengan illegal logging,” terang Subhan.

“Nah, untuk tahun 2018, kita baru berjalan empat bulan, sudah ada 13 kasus yang sedang kita tangani. Semuanya (terkait) illegal logging,” imbuhnya.

Beberapa daerah ditemukannya kasus illegal logging, yakni Bengkayang, Ketapang, dan daerah perbatasan di Kapuas Hulu. Lokasi ditemukannya kasus lebih ke daerah yang masih memiliki sumberdaya hutan.

“Kalau kemarin yang agak besar juga kita tangani di Singkawang, terkait dengan somil-somil (pabrik kecil) liar. Terutama di tempat-tempat yang masih banyak kayunya ya,” terangnya. (**)