Inginkan Pilkada Damai, Ratusan Warga Bubuhkan Tandatangan

oleh

PONTIANAK – Ratusan warga dari berbagai usia, membubuhkan tandatangan di atas kain putih sepanjang lima meter di kawasan Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak, Minggu pagi, (22/04/18). Kegiatan yang digagas oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kota Pontianak ini, sebagai bentuk komitmen masyarakat untuk menciptakan Pilkada di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, aman dan damai.

Rangkaian kegiatan Dialog Kebangsaan untuk mewujudkan pilkada damai di Kalimantan Barat itu sebagai bentuk untuk mengajak berbagai elemen guna mewujudkan keharmonisan dan kedamaian di Kalimantan Barat.

Selain itu, GMNI Kota Pontianak Ingin menepis segala anggapan miring terkait konflik masa lalu yang pernah terjadi.

“Kita ingin membuktikan bahwa Kalbar ini aman dan damai,” tegas Ketua GMNI Pontianak Rival Aqma Rianda kepada wartawan, Minggu (22/04/18).

Menurutnya, selain membangun kesadaran mahasiswa dan masyarakat di era-globalisasi dalam pentingnya menyukseskan pesta demokrasi daerah lima tahunan tersebut, GMNI juga berkomitmen agar Pilkada di sejumlah daerah di Kalimantan Barat berjalan aman dan damai.

“Pilkada di sejumlah wilayah di Kalbar, bias menjadi Pilkada yang berkebudayaan dalam roh Pancasila, sehingga menghilangkan isu sara dan rasis memecah keutuhan bangsa dan kesatuan,” tegas Rival.

Sebelumnya, GMNI Kota Pontianak menggelar Dialog Kebangsaan yang bertemakan Berkehidupan Politik tanpa SARA, Black Campaign dan Money Politic, guna terciptanya pilkada santun dan bermartabat.

Dalam acara tersebut dihadiri Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, Persatuan Orang Melayu (POM) Kalimantan Barat, Pegiat Demokrasi Kalimantan Barat dan para Mahasiswa.

Kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan naskah deklarasi dialog kebangsaan, yang isinya adalah Pemuda dan masyarakat pemuda Kalimantan Barat, mendukung serta mendorong segala aksi kebangsaan dalam menyambut pesta demokrasi Kalimantan Barat 2018. Meminta seluruh elemen multi etnis Kalbar, untuk menjaga dan memberikan keharmonisan dalam Ikatan persaudaraan antar sesama. Mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak terprovokasi dengan berita bohong, hoak dan bersifat provokatif. Serta engajak stockholders Provinsi Kalimantan Barat untuk bergandeng tangan bersama menjaga pilkada damai, santun dan bermartabat. (**)