Satpol PP Kota Singkawang Berikan Peringatan Pedagang Petasan yang Berjualan Dibadan Jalan

oleh
Satpol PP Singkawang berikan peringatan pedagang petasan. Foto : Mizar

SINGKAWANG – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang memberikan peringatan kepada pedagang petasan dan pembuat plat untuk tidak lagi berjualan di badan jalan maupun yang menghambat pintu masuk kawasan tradisional keluarga Tjhia, Jalan Budi Utomo, Singkawang Senin (16/04/18) kemarin.

Kepala Satpol PP Singkawang, Juandi mengatakan, pihaknya telah memperingatkan pedagang petasan maupun pembuat plat yang membuka lapak di Jalan Budi Utomo, agar tidak berjualan di badan jalan.

Menurutnya, ada jam-jam tertentu, jika Pedagang Kaki Lima (PKL) ingin berjualan di Jalan Budi Utomo.

“Namun, pedagang petasan ini menetap, serta tidak memperhatikan jam-jam yang dibolehkan atau tidak berjualan di sekitar lokasi,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan Peraturan Wali Kota Singkawang (Perwako) Nomor 511.3/375/DAG-B tahun 2016 tentang penetapan lokasi tempat kegiatan usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Singkawang, bahwa yang bersifat permanen adalah komplek Pujasera, Jalan Pemuda dan pasar buah, Jalan Ahmad Yani.

“Sementara untuk lokasi Jalan Muslimin Ismail, Jalan Pasar Turi, Jalab Salam Diman, Jalan Bawal, Jalan Pasar Hulu, Jalab Komplek Terminal Bengkayang, Jalan Hasan Saad, Jalan Budi Utomo, Jalan Setia Budi, Jalan Niaga dan Jalan Sejahtera, waktu yang diperbolehkan untuk berdagang adalah dari pukul 05.00-10.00 WIB (untuk pedagang sayuran, makanan dan minuman) atau pukul 16.00-05.00 WIB (untuk makanan dan minuman),” jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk di lokasi Jalan Yos Sudarso, Jalan Alianyang, Jalan Hermansyah, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan GM Situt, Pasar Tumbuh Sakok dan Jalan Kurau.

Kepada pedagang petasan maupun pembuat plat yang dianggap melanggar Perwako, telah diminta keterangan. Dikarenakan, apa yang dilakukan ini masih dalam tahap pembinaan.

Namun, setelah diperingatkan pedagang yang bersangkutan masih melanggar, maka pihaknya tak segan-segan memberikan tindakan tegas berupa penyitaan.(mizar)