Harry-Yandi Berkomitmen Siapkan Tempat Pembuangan Sampah Alternatif di Pontianak

oleh
Calon Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry Adryanto. Foto : Arief

PONTIANAK – Sampah menjadi permasalahan umum di kota-kota besar, semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula volume sampah yang dihasilkan.

Menanggapi persoalan sampah di Kota Pontianak, calon Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry  Adryanto mengatakan, bahwa persoalan sampah bukan hanya sekedar memindahkan tumpukan sampah ketempat pembuangan atau ketempat sampah.

“Bagaimana sebelum sampah dibuang di TPA terlebih dahulu, dilakukan cara pemisahan antara sampah organik dan non organik. Sebenarnya pemisahan sampah ini dapat dimulai dari rumah masing-masing dan minimal dari wilayah terkecil yaitu Rukun Tetangga (RT)”, ujar Harry Adryanto di posko pemenangan Harry-Yandi, Jalan Ahmad Yani, Selasa (17/04/18).

Ia menjelaskan, contohnya di ibu kota Jakarta, disetiap RT sudah dipilih antara sampah organik dan non organik, dan pengolahan sampah dengan cara seperti ini sangat penting.

“Jika sampah dikelola dengan baik, maka sampah akan dapat menjadi peluang usaha dan sampah yang tidak berguna dapat diteruskan ke tempat pembuangan akhir”, jelasnya.

Dilanjutkan Harry, untuk melaksanakan cara kerja seperti ini dibutuhkan kepedulian pemerintah, dan jika terpilih nanti menjadi Wali Kota, maka dirinya akan melakukan perubahan cara pengelolaan sampah di Kota Pontianak.

“Nanti disetiap kelurahan akan dibentuk sebuah tim yang bertugas memandu masyarakat disetiap RT, agar dapat mengolah sampah menjadi berarti dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Harry menyebutkan, saat ini di Kota Pontianak cuma terdapat satu tempat pembuangan akhir, yaitu di Kecamatan Pontianak Utara. Semua ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi penumpukan sampah secara besar-besaran di wilayah tersebut.

“Kita harus memperhatikan dampak terhadap masyarakat sekitar akibat sampah tersebut. Kita akan menata Kecamatan Pontianak Utara yang sempat terlupakan oleh pemerintah yang lalu,” ujarnya.

Jika terpilih nanti, Ia terlebih dahulu akan melakukan studi terhadap persoalan tempat pembuangan sampah atau berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak.

“Seperti misalnya Kabupaten Mempawah atau Kubu Raya. Ini Perlu pembicaraan khusus,” pungkas Harry. (Arief)