Septendi Butuh Bantuan Donatur

oleh

SEKADAU – Septendi, bocah berumur 5 bulan lebih ini tidak seberuntung bocah lainya.Tendi (panggilan sehari hari, ted) terbaring lemah dengan posisi telentang, bahkan ia tidak mampu menggerakan kepalanya sedikitpun.Tendi, hanya bisa bersandar dibantal setiap harinya.

Bocah yang lahir 12 Oktober 2017 dari pasangan Lendi dan Lesin warga dusun Riam Panjang desa Nanga Kiukang kecamatan Nanga Taman ini harus pasrah dengan konsdisi buah hatinya, lantaran tidak ada biaya untuk berobat .

Sejak lahir Tendi sudah menderita pembengkakan di bagian kepala, semakin hari kepala Septendi semakin menbesar lantaran dipenuhi cairan.

“Kalau tengah malam dia suka nangis, siang juga dia sering menangis.Mungkin ia merasa kesakitan,” kata Lesin ibunda Septendi ditemui Minggu (15/04/18) di Riam Panjang.

Dengan linangan air mata Lesin menuturkan bahwa dirinya hanya bisa pasrah dengan penyakit yang diderita oleh putra sulungnya.

“Mau berobat tidak ada biaya, kami berdua hanya bisa pasrah. Kalau memang ada pihak -pihak yang ringan tangan membantu kami. Hal itu sangat kami butuhkan demi kesembuhan putra kami,” tutur Lesin dengan isak tangis.

Ledin dan Lesin sehari-hari hanya sebagi petani, keduanya tidak penghasilan tetap. Hasil kerja sehari-hari hanya untuk menutupi biaya makan.

“Untuk menbeli susu Septendi kami tidak mampu. Karena untuk menyusui ASI saya Tendi tidak mampu menahan kepalanya, mau tidak mau kami harus menberikan susu Kaleng,” tutur Lesin.

Di tempat yang sama, kepala Desa Nanga Kiungkang Hamdi kepada mengatakan dari Desa sudah ada upaya. Pihaknya juga sudah menyiapkan sedikit dana.

“Besok Septiandi segera dibawa ke RSUD Sekadau, untuk dilakukan pengobatan.Dari desa kami sudah menyiapkan uang 1 juta untuk biaya mereka rumah sakit nanti.

Dari desa lanjut Hamdi, pihaaknya akan mengupayakan administrasi yang dibutuhkan untuk mengurus BPJS bagi Tendi.

“Sekarang KK sudah selesai, besok kami urus surat rujukan dari Puskesdes ke RSUD sekadau,” kata Hamdi. (Sutarjo)