Pansus TBS DPRD Sanggau Akan Turun ke Lapangan

oleh

SANGGAU – Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk anggota DPRD Sanggau terkait persoalan PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) di wilayah Kecamatan Kembayan pada Senin (16/04/18) sudah mulai bekerja.

Langkah awal Pansus di hari pertama adalah Pansus menggelar rapat kerja bersama Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja, Transmigrasi dan UKM, Kepala Dinas Hangpang Hortikan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Rapat yang digelar, di aula lantai II gedung DPRD Sanggau itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

“Mulai hari ini Pansus mulai rapat kerja. Paling tidak dua kali pertemuan, baru kita bisa berikan sedikit bocoran tentang persoalan pokok,” kata Ketua Pansus PT. TBS, Eko Sutrisno kepada wartawan, Senin (16/04/18).

Eko, sapaan akrabnya menjelaskan, dasar dibentuknya Pansus lantaran banyaknya aduan dari masyarakat terkait perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit itu.

“DPRD ini kan rumahnya masyarakat. Apapun keluh kesah masyarakat selalu masuk ke kita dan kita saring. Mana yang urgen dan berdampak sangat luas kepada masyarakat. Maka kita kaji bersama kawan-kawan DPRD, dan keinginan kuat untuk mengetahui masalah detailnya tentang PT. TBS ini,” ujarnya.

Ia menyebut, selama ini yang berkembang di masyarakat adalah PT. TBS lalai dalam memenuhi janjinya. Karena pabrik ini tak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari pihak lain, seperti koperasi. Namun dalam perjalanannya, PT. TBS ini meninggalkan koperasi itu.

“Itu informasi yang kita dapat. Nah, kawan-kawan ini bermaksud mengetahui lebih dalam. Sebenarnya PT. TBS ini salah atau tidak. Kita juga tidak ingin memvonis dahulu, tanpa memiliki data-data yang akurat ataupun melakukan survei lapangan, tanpa melakukan rapat dengan pihak TBS,” ujar dia lagi.

Kehati-hatian dalam menyelesaikna persoalan ini sangat diutamakan. Meski satu sisi, kata Eko, persoalan ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Tapi di sisi lain, investasi PT. TBS cukup besar. Pansus, kata dia, dibentuk untuk memeroleh informasi dan data yang seakurat mungkin.

“Kalau kita memvonis salah satu pihak tanpa data yang akurat, sayang juga investasi yang besar ini. Cuma kita ingin bagaimana PT. TBS ini tujuan awalnya bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat dan membantu petani di lingkungan sekitar. Inginnya kita kembali ke situ. Ini lah kita adakan Pansus ini, supaya dapat solusinya,” pungkas dia.

Terlebih, lanjur politisi Nasdem itu, persoaln ini terjadi relatif sudah cukup lama, sejak 2017. Agar tak sembarang memvonis, dan memeroleh data yang lengkap, pekan depan (24/4) dijadwalkan Anggota Pansus akan mendatangi lokasi PT. TBS di Kembayan.

Desakan agar Pansus benar-benar detail menggali informasi dan data juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi.

“Saya minta Pansus itu menggali yang sebenar-benarnya. Apakah izin PT. TBS ini sudah memenuhi prosedur yang benar. Begitu juga AMDAL-nya. Apa soalnya, apa masalahnya. Harapan kita dengan adanya investasi bisa menampung masyarakat yang menganggur yang punya pendidikan dan skill,” ujar Jumadi. (indra)