Laboratorium Belum Terakreditasi, Kendala Bagi DLH Kapuas Realisasikan Target PAD

oleh
Laboratorium lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup Kapuas. Foto : Irs

KUALA KAPUAS – Belum terakreditasinya laboratorium lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kapuas membuat kendala instansi ini untuk merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada tahun 2018 ini DLH Kabupaten Kapuas mendapat target mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 250 juta.

Namun laboratorium lingkungan yang diharapkan dapat menghasilkan pundi-pundi pendapatan di instansi ini, sampai sekarang belum terakreditasi.

Selain laboratorium yang belum terakreditasi, regulasi untuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas melakukan pungutan retribusi pengujian sampel di laboratorium miliknya juga masih belum jelas.

“Jadi, ini kendala kami,” kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kapuas, Fatmawaty, saat rakor dan evaluasi pendapatan daerah Kapuas triwulan I tahun 2018 di aula Kantor Bappeda Kapuas, belum lama tadi.

Menurut Fatmawaty, sementara ini laboratorium DLH hanya digunakan untuk intern pihaknya saja sebagai standar pelayanan minimal (SPM).

“Dana yang diberikan untuk laboratorium lingkungan kami itu juga sebatas hanya digunakan untuk memenuhi SPM kami saja,” pungkasnya. (irs)