Wilayah di Desa Tongka Akan Dijadikan Hutan Adat

oleh
Wilayah inilah yang rencananya akan dijadikan hutan adat Desa Tongka, Kecamatan Batu Raya. Foto : Bani

MUARA  TEWEH –  Banyaknya potensi Sumber Daya Alam di Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang, memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang melihat kondisi desa, yang berjarak kurang lebih 19 kilometer dari ibu kota Kecamatan setempat itu.

Selain hutan yang lebat dan potensi hasil Tambang, di desa itu juga banyak tumbuhan yang dipelihara oleh masyarakat adat, sehingga ini bisa dijadikan potensi wisata untuk kedepan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Barito Tengah unit VI dan VIII, Baharuddinsyah mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan masyarakat, tokoh adat, dan unsur tripika telah dibahas tentang hutan adat di wilayah setempat.

“Untuk wilayah Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang,  Kabupaten Barito Utara, akan dijadikan hutan adat atas usulan masyarakat melalui pertemuan tersebut. Dimana hadir juga dewan adat dayak kecamatan, kepala desa, damang dan Mantir,” ujarnya, Jumat (13/04/18).

Menurut Baharuddinsyah, upaya dalam menjadikan suatu kawasan menjadi hutan adat,  tentu saja harus ada legalitas hutan, seperti letak wilayah. Kemudian adanya perda yang menyebut masyarakat hukum adat yang bersangkutan atau perda tentang pengakuan.

Adanya peta wilayah adat, perda atau ditetapkan Surat Keputusan Bupati dengan menyebut Masyarakat Hutan Adat (MHA). Selanjutnya juga profil nama, pimpinan, sejarah, hukum adat, sosial, ekonomi dan budaya.

“Jadi ini juga diperlukan surat permohonan kepada menteri lingkungan hidup untuk pengajuan yang ditandatangani pimpinan masyarakat hutan adat,” kata Baharuddinsyah.

Selain itu, disebutkannya, untuk pengajuan juga diperlukan dengan  lahan dimana ada hak ulayat atau hak milik bersama masyarakat hukum adat yang oleh pemerintan daerah sesuai dengan peraturan.

Dijelaskannya, masyarakat hukum adat atau kelompok masyarakat yang secara turun temurun bermukim di wilayah geografis, tentunya ada ikatan pada asal usul leluhur.

“Jadi dengan dasar ini,  maka hampir lengkap sudah untuk diajukan. Karenanya masalah ini akan dikaji lebih dalam,” katanya.

Hal ini penting, dimana  Ia mengatakan, hutan adat nantinya bisa dijadikan wisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat, akan tetapi masalah ini juga harus didukung oleh pemerintah daerah, dimana nanti diperlukan sebuah payung hukum atau perda. (Bani)