Difitnah di Media Sosial Tim Advokasi Mantap Lapor ke Panwaslu Sanggau

oleh
Tim advokasi dan Ketua tim koalisi Kecamatan Kapuas didampingi para simpatisan YAS Saat melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oknum tim lawan. Foto : Indra

SANGGAU – Serangan black campaign (kampanye hitam) terhadap pasangan  calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau nomor urut 1, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS) khususnya di media sosial ditanggapi santai oleh tim pemenangan pasangan ini.

Meskipun tidak terlalu terpengaruh dengan provokasi yang diduga dilakukan oknum pendukung lawan, tim Advokasi pasangan ini tetap melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang ditujukan kepada pasangan dan tim sukses YAS.

“Calon kami sudah sering mendapatkan provokasi dari tim lawan, kami marah iya, tapi kami hadapi santai sajalah. Namun yang kami khawatirkan itu para simpatisan lain, begitu mendapatkan kabar soal fitnahan itu banyak dari anggota tim kita yang emosi, tapi untungnya suasana bisa kita kendalikan,” kata Ketua koalisi pasangan YAS Kecamatan Kapuas, Abdul Rahim, SH didampingi Anggota Tim Advokasi Gusti Mulyono kepada awak media, Jumat (13/04/18).

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, tim mempercayakan penanganannya kepada aparat terkait, oleh karena itu, sekitar pukul 10.00 Wib, tim langsung mendatangi Panwaslu Sanggau guna melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oknum pendukung lawan.

“Tim advokasi dan timses berjumlah kurang lebih 12 orang mendatangi Panwaslu Sanggau. Laporan sudah kami sampaikan ke Panwaslu, tapi belum ada penomoran surat laporan mengingat seluruh Komisioner Panwaslu sedang berada di Pontianak mengikuti Rakor, tapi laporan kami tetap diterima,” terang Rahim.

Rahim meminta Panwaslu menindak tegas oknum yang mencoba memperkeruh suasana di Pilkada 2018. Karena hal itu sudah menjadi komitmen kita bersama dengan tim pemenangan termasuk dengan PHYOnya sendiri untuk bersama-sama menjaga suasana Kabupaten Sanggau tetap aman dan damai.

“Tim kami sudah percayakan penanganan perkara ini ke Panwaslu. Jadi, kami minta Panwaslu jangan main-main dengan laporan kami, ingat, salah satu faktor terjadinya konflik Pilkada karena penyelenggara pemilunya tidak netral, kami tidak mau nanti persoalan ini akan berbuntut panjang,” ingatnya.

Sementara itu, dikonfirmasi  awak media telepon seluler, Ketua Panwaslu Sanggau Inosensius menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengkaji dan meneliti laporan awal yang diajukan tim YAS.

“Kita teliti dulu, kan ada syarat formil dan syarat materil yang harus dipenuhi oleh pelapor,” kata Ino, sapaan akrabnya.

Dikatakan Ino, terlapornya apakah menggunakan akun asli, orangnya memang benar-benar ada.

“Tapi kalau terlapornya menggunakan akun palsu, perlu ditelusuri siapa yang memposting atas nama akun itu. Kami akan menindaklanjuti laporan awal ini,” terangnya. (indra)