Tim MANTAP Minta Polisi Tindak Tegas Akun Medsos Abal-Abal

oleh
Tim MANTAN saat berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Foto : Indra

SANGGAU – Intensitas penggunaan media sosial (medsos) sebagai alat berkampanye, beradu gagasan di Pilkada Sanggau 2018 mulai meningkat. Tak terkecuali digunakan untuk tujuan menjatuhkan lawan politik.

Abdul Rahim, SH Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 1, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS) mengakui, belakangan ini banyak isu miring yang menghantam Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy melalui media sosial facebook.

Dia mengaku, serangan terhadap pasangan yang terkenal dengan jargon MANTAP tersebut sangat sulit untuk tidak dikaitkan dengan Pilkada Sanggau.

“Kami sangat menyayangkan itu terjadi, serangan-serangan tidak mendasar melalui facebook terus dialamatkan kepada Pak Yansen. Lebih menyakitkan lagi, akun-akun yang diduga bodong menyerang pribadi Pak Yansen,” katanya, Rabu (11/04/18).

Seperti akun facebook bernama Rizal, dibeberkan Rahim, menyebar fitnah yang sangat keji.

“Ini salah satu contoh fitnah tanpa dasar yang menyerang Pak Yansen. Fitnahnya sangat keji dan sama sekali tidak benar,” pungkasnya.

Rahim mengaku, saat ini pihaknya bersama tim IT YAS tengah bekerja untuk mencari tahu pemilik akun tersebut dan mengkaji lebih dalam apakah yang menyebar fitnah itu orang suruhan atau memang kehendak sendiri.

“Kami juga tidak membiarkannya, kami sudah koordinasi dengan tim Cyber Polres Sanggau dan Reserse untuk melakukan kajian terhadap akun yang diduga palsu tersebut,” ujarnya.

Rahim menegaskan, tim juga tengah bekerja untuk melacak keberadaan akun palsu tersebut.

“Kepada seluruh tim pemenangan, relawan dan pendukung YAS, kami mengimbau untuk tidak menyebar fitnah, berita hoax. Mari kita bermedsos dengan bijak, dengan bahasa yang elegan dan santun,” pesannya.

Rahim juga mengajak seluruh pengguna media sosial untuk lebih selektif, tidak menelan mentah-mentah setiap informasi apa saja di media sosial seperti facebook.

“Ketika menulis atau mengomentari di media sosial, jangan sembarangan. Jangan ada lagi komentar atau postingan yang bisa memperkeruh iklim demokrasi di daerah kita. Jangan sampai gara-gara menulis atau mengomentari, harus berurusan dengan hukum,” pungkasnya.

Kepada kepolisian, Rahim juga meminta ada sikap tegas terkait penyalahgunaan media sosial yang berpotensi memecah bela persatuan dan mengancam kondusifitas daerah ini.

“Jangan sampai tahun politik menjadi keruh dan gaduh karena pemanfaatan media sosial yang tidak pada tempatnya,” tutur Rahim. (indra)