Sosialisasi Saber Pungli, Irwasda Polda Kalbar Heran Setahun Cuma Satu yang Melapor

oleh
Sosialisasi Saber Pungli oleh Ketua UPP Kalbar, Kombes Pol Andi Musa. Foto : Indra

SANGGAU – Ketua Unit Pelaksana Proyek (UPP) Saber Pungli Provinsi Kalbar, Kombes Pol Andi Musa menilai masyarakat masih banyak yang belum mengenal atau mengetahui keberadaan UPP Saber Pungli. Artinya, masih banyak yang harus dikerjakan untuk memberantas pungutan liar yang sangat membebani masyarakat.

“Faktanya, selama setahun dalam 2017, hanya ada satu pengaduan masyarakat. Berarti kan 365 hari, dengan jumlah penduduk Kalbar sekitar enam atau tujuh juta jiwa, dengan luas Kalbar ini sama dengan pulau Jawa, tambah Madura, tambah Bali, tambah NTB tambah NTT. Tetapi pengaduan masyarakat hanya satu,” katanya ketika membuka sosialisasi Saber Pungli di aula lantai I Kantor Bupati Sanggau, Selasa (10/04/18).

Rendahnya laporan masyarakat, dikatakan Andi Musa justru menjadi pertanyaan baginya. Apakah betul tidak ada pungli di Kalbar?

“Atau rasa-rasa tidak peduli, sudah tidak merasakan. Atau penyelenggaranya yang sudah kebal rasa. Kalau dicubit tidak terasa lagi, karena sudah terbiasa. Sudah lazim berlaku,” kata pria yang menjabat Irwasda Polda Kalbar ini.

Oleh karenanya, sebagai Ketua UPP Saber Pungli, dirinya akan terus melakukan sosialisasi ini secara maraton. Termasuk merangkul media massa.

“Saya minta ke teman-teman media, tolong ini diangkat, supaya Saber Pungli bisa dikenal masyarakat. Mudah-mudahan kehadiran kita kali ini bermanfaat dalam  memperbaiki layanan publik,” pesannya.

Kepada seluruh peserta sosialisasi, ia mengingatkan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Karena itulah yang ditugaskan oleh negara.

“Marilah kita melayani rakyat ini dengan baik. Tidak membebani mereka di luar ketentuan. Transparankanlah persyaratannya, waktunya. Kemudian kalau ada anggarannya, transparankan,” ajak dia.

Lebih dari itu, Ia juga mengingatkan, sebagai insan yang beragama, harus yakin bahwa tak ada satupun tempat yang tersembunyi dari penglihata Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Itu semuanya akan disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan itu semua ada konsekuensinya. Kalau berbuat baik dan niatnya benar, akan masuk surga. Tapi kalau berbuat jahat, akan masuk neraka. Kalau di dunia, ya masuk penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Sanggau, Willibrodus Welly, meminta seluruh pelaksana kegiatan pemerintah tidak takut untuk menjalankan tugasnya. Saber Pungli adalah jembatan untuk mengawasi agar kinerja pelayanan semakin meningkat.

“Kalau memang benar, kenapa mesti takut. Cuma jangan sampai persoalan administrasi digiring-giring untuk jadi kasus pidana. Jika hanya persoalan administrasi kalau bisakan diselesaikan,” pintanya.

Hadir pada sosialisasi itu, Kepala OPD, Kapolres Sanggau, anggota polisi serta ASN dilingkungan Setda Sanggau. (indra)