Setkab Ajak Peserta Diklat Fungsional Penerjemah Kunjungi Tempo Berbahasa Inggris

oleh
Peserta diklat fungsional penerjemah saat berkunjung ke Kantor Tempo Berbahasa Inggris di Jakarta. Foto : Humas Sekretariat Kabinet

JAKARTA – Sekretariat Kabinet melalui Asisten Deputi (Asdep) Bidang Naskah dan Terjemahan (Naster) Kedeputian Dukungan Kerja Kabinet menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Penjenjangan Penerjemah Tingkat Pertama Angkatan VII Tahun 2018, mulai tanggal 26 Maret sampai 12 Mei 2018.

Peserta diklat ini, menurut Asdep Naster, Eko Harnowo, dipersiapkan untuk menjadi penerjemah di unit masing-masing diantaranya untuk pekerjaan- pekerjaan yang ada di daerah.

“Misalnya di daerah itu ada BKPMD (Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah), di sektor pariwisata juga ada Dinas Pariwisata. Mereka menerjemahkan, misalnya brosur-brosur mengenai investasi, mengenai peraturan yang berlaku untuk investasi di daerah setempat,” ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko mengemukakan bahwa hal ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia yang saat ini berada di posisi 72.

“Ini juga ada andil dari para penerjemah, meskipun mungkin katakanlah hanya sekadar menerjemahkan. Tapi saya kira andilnya ada di sana, karena hasil penerjemahan mereka ini kan menjadi bahan atau sandingan untuk laporan kepada World Bank,” kata Eko.

Dalam rangkaian Diklat Fungsional Penjenjangan Penerjemah Tingkat Pertama Angkatan VII Tahun 2018 tersebut, para peserta berkesempatan berkunjung ke kantor majalah Tempo berbahasa Inggris pada hari Selasa (10/4) pagi.

Redaktur Eksekutif Tempo Berbahasa Inggris  Philipus Parera dan Redaktur Pelaksana Tempo Berbahasa Inggris, Purwani Diyah Prabandari memberikan penjelasan kepada peserta diklat mengenai praktik penerjemahan di Majalah Tempo Berbahasa Inggris.

“Harapan kami dengan diizinkan berkunjung ke majalah Tempo berbahasa Inggris ini, peserta diklat bisa mendapatkan pengayaan pengetahuan dan informasi mengenai majalah Tempo, baik itu dari sisi proses sejarah pendirian, proses penerjemahan, editing, pembacanya kira-kira di kalangan mana, dan jika ingin menulis artikel di majalah Tempo berbahasa Inggris,” tutur Eko.

Siang harinya, kunjungan dilanjutkan ke Perpustakaan Nasional RI, dimana para peserta mendapatkan ilmu tentang Pengalihaksaraan dan Penerjemahan Teks Naskah Kuno/Arsip Kuno/Prasasti, serta Pengenalan Pustaka Teks Naskah Kuno/Arsip Kuno/Prasasti dari Aditia Gunawan, Filolog Naskah Sunda Kuno dan Jawa Kuno di Perpustakaan Nasional RI.

Saat mengunjungi Perpusnas, peserta diklat diajak berkeliling ke bangunan cagar budaya dimana terdapat ruang aksara, ruang media, ruang peristiwa membaca, dan ruang perpustakaan.

Sebagai informasi, diklat ini diikuti 27 orang pejabat fungsional penerjemah dari 13 Kementerian/Lembaga baik di pusat maupun di daerah. (Humas Sekretariat Kabinet)