Menkominfo Minta Percepatan Layanan Publik

oleh
Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Foto : Humas Kominfo

JAKARTA РPerubahan dalam pandangan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tidak bisa dihindari, oleh karena itu ia meminta agar pejabat yang baru dilantik dapat mencari cara baru dan mempercepat layanan Kementerian Kominfo kepada publik.

“Fokus kita cari cara baru dalam melayani publik dengan baik. Cari cara baru agar perizinan bisa dipercepat. Yang persyaratan itu dihapus saja karena persyaratan itu sama dengan perizinan,” paparnya dalam Pelantikan Widyaiswara Utama dan Jabatan Administratur dan Pengawas di Ruang Serbaguna Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (09/04/18).

Melakukan perubahan menjadi pesan utama Menteri Kominfo kepada Rudiantara meminta seorang Widyaiswara Utama dan 59 Pejabat Administrator dan Pengawas.

“Selamat untuk yang hari ini dilantik, terutama yang promosi. Saya titip satu harapan yang besar untuk membuat perubahan. Kalau tidak bisa membuat perubahan tinggal tunggu diubah,” tandasnya.

Mengenai perubahan yang diinginkan di Kementerian Kominfo, Menteri Rudiantara meminta percepatan waktu layanan perizinan dan berbagai layanan publik.

“Saya kemarin bicara dengan Satgas Layanan Publik. Bagaimana izin bisa sehari atau dalam hitungan jam?” tuturnya.

Secara khusus kepada Widyaiswara Utama yang dilantik, Sri Cahaya Khoironi, Menteri Rudiantara meminta agar dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

“Saya minta untuk kembangkan, bagaimana cara agar Kominfo berubah. Bagaimana di Pusdiklat bukan hanya pendidikan untuk sertifikat kepangkatan,” katanya.

Menteri Kominfo menyatakan saat ini ia tengah meminta Badan Litbang SDM untuk mengubah negara tujuan beasiswa bidang Kominfo.

“Saya tak sungkan untuk kirim orang belajar ke mana pun. Saya kirim orang 20 orang, tahun ini 10 orang ke Tiongkok dan 10 orang ke India. Karena di sana kiblat untuk belajar soal ICT dan Revolusi Industri 4.0,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kominfo harus belajar banyak, termasuk ke Tiongkok, India dan Amerika.

“Kita tak boleh kalah harus belajar ke mereka. Tidak bisa biasa-biasa saja, baru Kominfo bisa jadi leader di sektornya sendiri,” tandasnya.

Sebelum mengakhir sambutan, Menteri Kominfo menyampaikan kepada pejabat yang dilantik agar menyampaikan ke suami atau isteri dan keluarga di rumah.

“Tolong sampaikan kepada suami atau istri. Ini dilantik adalah satu tahapan. Ke depan, kerjanya lebih keras lagi. Ngantor-nya lebih lama karena konsekuensi perubahan yang akan diterapkan Kominfo,” pungkasnya. (Humas Kominfo)