Kekurangan Sarana, UNBK di Sekadau Dibagi Tiga Sesi

oleh

SEKADAU – Untuk mengatasi kekurangan sarana pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMA di Kabupaten Sekadau, pihak sekolah harus mengatur jadwal bagi siswa-siswa pada UNBK tahun 2018.

Pasalnya pada UNBK tahun ini, semua SLTA wajib mengikuti program itu. Walau harus numpang di sekolah lain.

Di SMA Karya Sekadau misalnya, siswa -siswi peserta UNBK tahun ini berjumlah 228 orang, sedangkan sarana penunjang seperti komputer, sebagai sarana untuk pelaksanaan UNBK hanya 85 unit.

Jadi, pihak sekolah harus membagi UNBK menjadi tiga sesi, untuk sesi pertama mulai pukul 7.30 WIB sampai jam 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua mulai star pukul 11.30 WIB berakhir pukul 13.30 WIB, kemudian sesi ketiga mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB.

“Satu mata pelajaran peserta diberi waktu selama 2 jam, satu hari hanya satu mata pelajaran hari pertama Bahasa Indonesia, kemudian Bahasa Ingris dan Matematika, lalu hari terakhir khusus mata pelajaran pilihan siswa. Artinya,siswa-siswi bebas memilih mata pelajaran apa yang di dia ikuti pada UNBK,” kata Drs. Sumardi, Kepala SMA Karya Sekadau ditemui Senin (09/04/18) di kantornya.

Selain anak didiknya sambung Sumardi, sekolahnya pada UNBK tahun ini harus menampung siswa-siswi dari SMA PGRI Belitang dengan jumlah 29 orang. Artinya,kata dia lagi, sekolahnya harus menampung 257 orang siswa-siswi hanya dengan 85 unit komputer.

“Dengan terbatasnya sarana yang dimiliki, maka kita harus menbagi UNBK ini menjadi tiga sesi. Karna kita harus menampung sekolah lain yang belum memiliki komputer untuk UNBK. Sebab, tahun ini semua sekolah wajib mengikuti UNBK,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Yohanes Adi Suhadi, selaku Kepala SMA Negeri 01 Sekadau. Terbatasnya sarana yang dimiliki membuat 178 orang anak didiknya harus bergantian dengan sistim tiga sesi. Sehinga UNBK tahun ini harus sampai sore dengan satu mata pelajaran sehari. Karena sambungnya, satu mata pelajaran siwa-siswi diberi waktu 2 jam untuk mengerjakan soal.

“Tahun ini siswa SMA Negeri Sekadau yang mengikuti UNBK 178 orang. Karena sarana komputer terbatas maka kita bagi 3 sesi, sehinga sampai sore hari, sebab satu mata pelajaran siswa diberi waktu dua jam. Makanya bisa sampai sore karena bergilir tempat,” kata Adi.

Ditanya mengenai penentuan kelulusan siswa pada UN tahun ini, Adi menjawab bahwa kelulusan siswa tidak seratus persen ditentukan oleh hasil UNBK. Tapi, kelulusan lebih banyak ditentukan oleh sekolah.

“Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh hasil UNBK. Tapi lebih banyak ditentukan oleh sekolah,” ucapnya. (sutarjo)