Jokowi Sebut Indonesia Akan Menjadi 10 Negara dengan Ekonomi Terkuat

oleh
Presiden Jokowi menerima 365 siswa-siswi kelas XI Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara Magelang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (09/04/18). Foto : Humas Sekretariat Kabinet

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, berdasarkan hitung-hitungan dari Bappenas, dari McKinsey, dan dari Bank Dunia pada 2030 nanti, Indonesia akan menjadi 10 besar negara dengan ekonomi terkuat. Dan 2045, menurut Presiden, pada saat sudah ekonomi negara makin baik, Indonesia akan menjadi 5 besar ekonomi terkuat dunia.

“Bisa nomor 4 nanti kalau kita bekerja keras terus menuju 2045. Kita akan berkejar-kejaran dengan Amerika Serikat, India, dan Cina. Ini yang nanti diperkirakan menjadi ekonomi terkuat, 4 besar ekonomi terkuat di dunia,” kata Presiden Jokowi saat menerima 365 siswa-siswi kelas XI Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Magelang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (09/04/18).

Untuk menuju ke sana negara besar ini, Presiden mengingatkan, tidak mungkin kalau bermalas-malasan, bermanja-manjaan, atau keinginan instan langsung meloncat menjadi negara yang kuat ekonominya, juga tidak mungkin hal itu terjadi.

“Enggak ada rumusnya seperti itu,” ujarnya.

Menurut Presiden, negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya kalau mampu mengatasi rintangan-rintangan dan hambatan-hambatan yang ada serta mampu mengarungi ujian-ujian yang ada.

“Pasti diuji, pasti ada rintangan, pasti ada hambatan, dan mampu mengatasi cobaan-cobaan yang ada,” tutur Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, sebagai generasi yang nantinya akan memimpin negara ini, Presiden mengingatkan siswa/siswi SMA Taruna Nusantara bahwa mereka harus tahan banting, tahan uji, enggak cengeng, dan enggak manja-manjaan apalagi bermalas-malasan.

“Lupakan itu. Sekali lagi, kalau kita ingin negara ini menjadi negara besar dan negara yang kuat ekonominya harus kita usahakan dengan kerja keras, dengan usaha keras, dengan ikhtiar yang keras,” tegas Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(Humas Sekretariat Kabinet)