BNN dan Bea Cukai Amankan 28,2 Kilogram Sabu dan 21.727 Butir Ekstasi Asal Malaysia dari Jalur Perbatasan Entikong

oleh
Bea Cukai dan BNN memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapkan dua kasus narkoba melalui jalur perbatasan Entikong. Foto : Humas Bea Cukai

JAKARTA – Usaha penyelundupan 28,2 kilogram sabu dan 21.727 butir ekstasi melalui jalur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat berhasil digagalkan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerjasama dengan Bea Cukai.

Dalam waktu satu pekan, yakni dari Senin (26/03/18) hingga Minggu (01/04/18) beberapa waktu lalu, petugas berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkoba yang berasal dari Malaysia.

“Diungkapnya kasus itu merupakan hasil kerjasama antara BNN dan Bea Cukai, yang berawal dari informasi yang diberikan BNN kepada Kantor Bea Cukai wilayah Kalimantan Barat,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, dalam konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dalam hal ini, BNN memberikan informasi akan adanya rencana penyelundupan narkotika, melalui jalur perbatasan darat di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, untuk itu Bea Cukai segera mengambil beberapa langkah taktis guna menindaklanjuti informasi tersebut.

“Pengawasan berlangsung selama 18 hari, penangkapan pertama dilakukan pada Senin (26/03/18) di jalur tikus perbatasan Entikong, tepatnya di desa Simpang Sosok, Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Atas penangkapan itu, lanjut Ia, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba berjenis sabu, dengan berat 7 kilogram dan Ekstasi sebanyak 21.727 butir.

“Petugas juga mengamankan dua tersangka berinisial S (43) dan A (54),” ujarnya.

Sementera itu pengungkapan kedua, dijelaskan Heru, dilakukan di jalur tikus di Entikong, Kabupaten Sanggau dan Ngabang, Kabupaten Landak, Minggu (01/04/18) beberapa waktu lalu.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan 18 kilogram sabu dan dua orang tersangka berinisial RL (41) dan S (53).

“Dari pengembangan penyidikan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan kembali 3,2 kilogram sabu,” ujarnya.

Dari pengungkapan dua kasus narkoba ini, diperoleh informasi bahwa penyelundupan narkotika asal Malaysia, yang melalui jalur perbatasan darat antara Malaysia dan Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat, akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

“Ketatnya operasi narkotika melalui jalur laut di pantai timur Sumatera menjadi penyebabnya, dan dari data yang dimiliki oleh Bea Cukai, target operasi yang berhasil ditangkap kali ini sempat terpantau beberapa kali keluar masuk wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Barat dan Bandara Supadio, Pontianak,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan ini, juga didukung oleh konsolidasi internal antara  Bea Cukai dan BNN.

Untuk kedepan, lanjut Ia, Bea Cukai juga akan meningkatkan pengawasan di Kalimantan Bagian Barat, diantaranya di Kantor Bea Cukai Sintete, Bea Cukai Entikong, Bea Cukai Nanga Badau, dan Bea Cukai Jagoi Babang, serta PLBN Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Nanga Badau.

“Bea Cukai juga akan meningkatkan pengawasan di Bandara Internasional Supadio melalui Bea Cukai Pontianak. Bea Cukai juga mengaktifkan tugas dan fungsi Customs Narcotics Team pada masing-masing kantor yang terintegrasi, dan mempersiapkan unit K-9 untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Heru menyebutkan, keberhasilan penindakan ini juga didukung oleh penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Kendaraan Lintas Batas Negara (SIPINTAR) yang sudah dioperasikan di PLBN Entikong, Aruk, dan Nanga Badau.

“Sistem ini secara akurat dapat memberikan informasi keluar masuk kendaraan melalui PLBN dan dapat memantau kendaraan tersebut,” ujarnya.

Pengungkapan kedua kasus ini, menambah daftar kasus narkoba yang telah ditindak oleh Bea Cukai.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2017, Bea Cukai telah berhasil melakukan 346 penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP), sementara hingga Maret 2018 Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan sebanyak 87 kasus.

“Penindakan kali ini juga membuktikan komitmen pemerintah dalam bersinergi memberantas peredaran narkotika yang kian marak di Indonesia,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh akacayanews.com/b-onetv.id, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menggelar konferensi pers di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat di Jalan Parit Haji Husin 2, Pontianak. (**)