Biaya Pengobatan Korban Penjambretan Ditanggung

oleh

PONTIANAK – Biaya pengobatan Melinda (17) korban pembacokan oleh pelaku jambret di Jalan Siam, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (07/04/18) ditanggung pihak Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak.

Korban mengalami luka serius dan harus dioperasi pada kedua belah siku dan jari tangan kirinya, yang nyaris putus akibat mempertahankan barang miliknya yang dirampas oleh pelaku jambret.

Pembebasan biaya pengobatan terhadap Melinda ini kata Direktur Utama RSU Santo Antonius, Dr Gede Sandjaya, Sp.OT (K), saat perawatan di ruangan korban membutuhkan banyak keperluan untuk pengobatan.

“Dikarenakan peraturan RS swasta yang harus ada uang muka untuk pengobatan dan juga korban diketahui berasal dari keluarga tidak mampu. Jadi saya bilang saya yang tanggung,” ujarnya Senin (09/04/18).

Kebijakan tersebut kata dia, karena dirinya direktur maka dirinya memiliki kebijakan untuk penggratisan tersebut. Dia mengatakan bahwa RS Antonius merupakan RS paling tua di Kalbar, untuk itu menurutnya harus menitik beratkan pada keselamatan pasien.

Sebab dikatakannya bahwa sebelumnya korban sempat dua kali berpindah rumah sakit sebelum akhirnya dirawat di RS Antonius. (jon)