Ketua Tim Koalisi Parpol Pengusung Harry-Yandi, Ajak Mahasiswa Tingkatkan Partisipasi Politik

oleh
Herman Hofi Munawar, Ketua tim koalisi partai politik pengusung Harry-Yandi. Foto : Arief

PONTIANAK –  Perhelatan Pilkada diselenggarakan sekali dalam lima tahun, seyogyanya untuk memilih pemimpin yang baik sesuai harapan mahasiswa. Dengan d dialog seperti ini, mahasiswa sebagai katagori kelompok pemilih pemula, bisa memahami mana pemimpin yang baik, sesuai dengan idealisme mahasiswa. Demikian kata Ketua tim koalisi partai politik pemenangan pasangan Harry Adryanto-Yandi, Herman Hofi Munawar disela-sela kegiatan dialog bersama Aliansi Mahasiswa di posko pemenangan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak belum lama ini.

Herman memaparkan, dalam memilih pemimpin tidak bisa menggunakan emosional semata. Namun logika kepemimpinan itu adalah bagaimana seorang pemimpin bisa membawa orang yang dipimpinnya, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Mahasiswa harus dapat memilah dan memilih, bukan karena ajakan atau kedekatan emosional semata. Sebagai mahasiswa harus bisa memiliki pola pikir seperti itu,” kata Dosen Hukum, yang mengajar diberbagai kampus di Kota Pontianak itu.

Ia menjelaskan, aliansi mahasiswa mempunyai kewajiban memberikan pesan kepada masyarakat, agar memilih pemimpin yang baik berdasarkan kriteria yang mampu menjadikan Kota Pontianak lebih baik kedepannya. Pertemuan ini adalah prosesing dan menyampaikan kepada mahasiswa bahwa kriteria pemimpin Kota Pontianak itu ada pada pasangan calon dengan nomor urut satu, yakni Harry Adryanto.

Sebagaimana diketahui, lanjut Dia, sejarah mahasiswa di Indonesia tidak dapat dipisahkankan dari suksesi kepemimpinan, seperti pada tahun Budi Oetomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Peristiwa Rengas Dengklok menjelang Proklamasi 1945, Aksi Mahasiswa tahun 1966, sampai ke Gerakan Reformasi 1998. Semua tidak bisa dilepaskan peran pelopor mahasiswa.

Pada momen Pilkada kali ini, Herman memberikan pembekalan kepada mahasiswa Kota Pontianak agar senantiasa meningkatkan partisipasi politiknya, dengan memberikan pesan kepada sesama mahasiswa, masyarakat disekitar lingkungannya maupun masyarakat Kota Pontianak umumnya, berupa kegiatan Bhakti Sosial.

“Harus ada gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menentukan kepemimpinan Kota Pontianak untuk lima tahun kedepan, dalam hal ini mahasiswa wajib menjadi motor penggerak  dan sebagai agen pembaharuan. Pada momen Pilkada kali ini, mahasiswa dituntut lebih kreatif dan inovatif mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk memilih orang yang mereka yakini yaitu Pasangan Muda Walikota Pontianak Harry-Yandi,” pungkas Herman. (Arief)