Jawaban Sutarmidji Terkait Infrastruktur, Ditanggapi Karolin dengan Pengalaman 9 Tahun Keliling Kalbar

oleh
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot saat mengikuti debat publik di Hotel Kapuas Palace. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar menyelenggarakan Debat Publik antar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Sabtu (07/08/18) malam.

Dalam sesi tanya jawab pada debat itu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, mendapatkan kesempatan, untuk memberikan pertanyaan kepada calon Gubernur Kalbar nomor urut tiga, Sutarmidji-Ria Norsan.

Pertanyaan tersebut disampaikan calon Wakil Gubernur, Suryadman Gidot mengenai program pembangunan untuk percepatan infrastruktur di wilayah pedalaman maupun perbatasan, terutama akses jalan raya.

Gidot menanyakan bagaimana nantinya paslon Sutarmidji-Ria Norsan membangun infrastruktur di wilayah perbatasan, misalnya daerah pesisir dan pedalaman.

Padahal, menurut Gidot sejumlah pembangunan infrastruktur adalah kewenangan pemerintah pusat.

Menanggapi pertanyaan terkait infrastruktur tersebut, Sutarmidji menyebutkan jika dirinya berkeliling Kalbar selama 9 hari dalam rangkaian kampanye, mulai dari Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, hingga Kapuas Hulu.

Sutarmidji menyebutkan, pembangunan infrastruktur sebenarnya tidak hanya di wilayah perbatasan saja, namun di seluruh wilayah Kalbar.

Menurut calon gubernur nomor urut tiga ini, jalan adalah salah satu penyebab kurang baiknya pertumbuhan ekonomi.

Hubungan pemerintah provinsi atau pemerintah pusat dan pemerintah kota, sebut Sutarmidji selalu jadi permasalahan.

“Saya 9 hari keliling Kalbar, kita lihat kondisi jalan di daerah memprihatinkan dan itu akan dibenahi,” kata Sutarmidji.

Usai menjawab pertanyaan tersebut, moderator kemudian memberikan kesempatan kepada paslon Karolin-Gidot untuk menanggapi jawaban dari Sutarmidji.

“Bapak baru 9 hari  keliling Kalbar, saya 9 tahun,” ujar Karolin.

Karolin menambahkan, dalam pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Gubernur Cornelis selama dua periode, membuktikan adanya hubungan yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.

Hal tersebut, menurut Karolin, dibuktikan dengan adanya sejumlah pembangunan, baik itu jalan dan jembatan, hingga wilayah perbatasan.

“Kami sudah membuktikan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat sudah baik. Tiga PLBN sudah diselesaikan,” katanya.

Ia menjelaskan, jika bicara terkait jalan negara, sudah diperbaiki dengan baik seperti jalan Tayan-Sosok, Trans Kalimantan, Jembatan Pak Kasih, sehingga koordinasi dengan pemerintah pusat pun telah terjalin dengan baik. (**)