Dipercaya Pimpin Kalbar, Begini Komitmen Karolin-Gidot

oleh
Calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot saat menggelar kampanye di Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir. Foto : Sutarjo

SEKADAU – Calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Suryadman Gidot menyebutkan tantangan ke depan Provinsi Kalimantan Barat, pembenahan infrastruktur hingga ke pelosok, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya menyiapkan generasi muda, memajukan dunia usaha agar dapat bersaing dengan negara tetangga Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Barat.

Bupati Bengkayang  yang sedang mengambil cuti kampanye ini, berkomitmen, jika masyarakat Kalimantan Barat memberikan kepercayaan dan memilih pasangan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot  di Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat, 27 Juni 2018 mendatang.

Gidot menyatakan, pembenahan infrastruktur hingga ke pelosok Kalimantan Barat akan dilakukan, dan upaya pemasangan aliran listrik sampai kepedalaman Kalbar.

Dibidang Sumber Daya Manusia (SDM), Gidot menyiapkan generasi muda yang handal dan mampu bersaing. Dengan SDM yang handal, Gidot yakin bidang usaha Kalimantan Barat bisa bertumbuh-kembang, dan mampu bersaing dengan daerah lain, dan negara tetangga.

“Sebagai daerah yang bertetangga dengan negara lain, kita harus siap bersaing dengan orang luar. Dengan cara menaikan mutu pendidikan berkualitas, membiayai anak-anak berprestasi untuk sekolah keluar negeri,” urai Gidot.

Hal itu disampaikan Gidot saat bertatap muka dengan warga Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Gidot mengingatkan masyarakat tetap menjaga kebersamaam, memupuk persaudaraan, sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya mengajak semua warga untuk tetap bersama warga lain menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan adanya rasa damai, maka semua aktifitas pasti berjalan baik. Itulah modal dasar untuk memulai pembangunan.

“Mari kita pupuk rasa damai yang telah kita rasakan selama 10 tahun terakhir ini,”tegas Gidot kepada warga Desa Bokak Sebumbun belum lama ini.

Dalam kampanye dialogis dengan warga di Desa Bokak Sebumbun, Gidot membantah politik dinasti yang menyasar pasangannya, Karolin Margret Natasa. Isu politik dinasti itu, kata Gidot, bentuk penjegalan dirinya dan Karolin.

Gidot menjelaskan, ayah dari Karolin, Cornelis menjabat dua periode Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dengan proses pemilihan yang demokratis.

“Bapak Cornelis dan bapak Cristiandy Sanjaya adalah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dipilih langsung oleh masyarakat Kalbar. Sedangkan kami juga dipilih langsung, dimananya yang disebut dinasti? Kalau dinasti, artinya anak raja tetap harus jadi raja walau dia tidak mampu. Itulah yang disebut dinasti.

“Saya dan ibu Karolin adalah kandidat Pilkada Kalbar tahun 2018, sama dengan kandidat lain,” jelas Gidot.

Disebutkan Gidot, PDI-Perjuangan, Demokrat, PKPI, dan Partai Perindo mengusung dan mendukung pasangannya dalam Pilgub Kalbar karena hasil survei yang dilakukan partai.

“Kami didukung oleh partai nasionalis, maka sudah menjadi tanggung jawab kami ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nanti, kami tetap ingin menegakan NKRI serta menegakan Bhinneka Tunggal Ika,” imbuh Gidot.

Dia juga membantah Pilgub Kalimantan Barat masuk zona  rawan konflik.

Dikatakannya, tudingan itu tidak benar, asalkan jangan sampai ada orang luar yang sengaja merusak dengan cara mengadu domba warga Kalbar.

“Kalau itu tidak terjadi, saya yakin Kalbar tetap aman seperti 10 tahun lalu,” pungkas Gidot.  (sutarjo)