Warga Entikong Pertanyakan Proses Lanjutan Pencairan Pembayaran Lahan

oleh
Lahan milik warga Entikong terdampak yang sampai hari ini belum ada kejelasan tindak lanjut dari BPN. Foto : Indra

SANGGAU – Sejumlah warga yang terdampak pembangunan jalan Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau mempertanyakan pembayaran lanjutan atas 623 objek terdampak. Warga mengaku, baru setengah objek terdampak yang dibayar.

“Yang sudah dibayar sekitar 200 dari 623 objek, itupun belum semua,” kata Ketua Front Pembela Perbatasan, Raden Nurdin kepada wartawan, Jumat (06/04/18).

Belum jelasnya proses pembayaran lanjutan, diakui mantan Kepala Desa Entikong itu membuat masyarakat bertanya-tanya. Bahkan tidak sedikit yang merasa kecewa.

“Mewakili masyarakat terdampak, baik yang sudah dibayar, baru setengah dibayar dan belum dibayar, kami mempertanyakan kembali kepada panitia pengadaan lahan kapan kiranya ada tindak lanjut pembayaran objek terdampak,” kata Raden Nurdin.

Informasi yang diperoleh warga, lanjut Nurdin, pekerjaan pembangunan jalan di wilayah Entikong dijadwalkan selesai pada bulan November 2018.

Namun, Ia mengaku sangat menyayangkan belum selesainya pembayaran lahan milik masyarakat tersebut.

Nurdin menambahkan, jika BPN Sanggau tidak sanggup jadi panitia pelaksana pengadaan lahan pembangunan jalan Entikong, BPN Sanggau bisa melimpahkan ke Kanwil BPN Kalbar, agar masyarakat tidak menunggu dalam ketidak pastian.

“Saya berharap Kanwil BPN Kalbar harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah pengadaan lahan ini agar tidak tertunda-tunda,” ujar Nurdin.

Dihubungi terpisah melalui seluler, Pejabat Pembuat komitmen (PPK) pengadaan lahan pembangunan ruas jalan Kembayan-Balai Karangan-Entikong batas Sarawak, Kabupaten Sanggau, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hadiyono menyampaikan tidak mengetahui tindak lanjut pembebasan lahan yang dipertanyakan warga Entikong terdampak.

Kewenangan untuk menjawab pertanyaan warga terdampak berada di BPN Sanggau.

“Panitianya itu BPN, coba nanti langsung konfirmasi ke panitia pelaksananya yaitu BPN Sanggau,” kilahnya.

Menanggapi keluhan warga terdampak tersebut, Kabag Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau, Suryansyah mengaku sudah beberapa kali mendatangi langsung pihak BPN Sanggau, namun berkali-kali juga dibuat kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang penting.

Untuk itu, Suryansah meminta pihak BPN segera memberikan laporan tertulis kepada Pjs Bupati Sanggau.

“Saya minta kepala BPN yang baru untuk memberikan laporan tertulis ke Pjs Bupati. Harapan saya semoga mereka secepatnya melapor ke Bupati,” ujarnya.

Suryansah mengaku memahami apa yang menjadi keinginan warga terdampak.

“Kalau memang belum selesai, atau ada masalah dilapangan segera dibicarakan, masyarakat hanya butuh informasi, butuh kejelasan, saya memahami betul apa yang menjadi pertanyaan mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak BPN Sanggau belum bisa di konfirmasi terkait hal tersebut.

Awak media sangat kesulitan mendapatkan nomor kontak Kepala BPN. Bahkan, sejumlah pegawai BPN mengaku tidak memiliki nomor kontak pimpinan baru mereka tersebut. (indra)