Seskab : Pemerintah RI Tidak Terganggu dengan Kritikan

oleh
Seskab Pramono Anung saat berbincang di Gedung III Kemensetneg, Jakarta. Foto : Humas Sekretariat Kabinet

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berbicara blak-blakan terkait kritik kepada pemerintah atau Presiden Joko Widodo, yang akhir-akhir ini disampaikan sejumlah pihak, termasuk tokoh-tokoh politik nasional.

“Ini menjadi obat kuat, kalau pemerintah tidak dikritik, maka pemerintah mungkin tidak mengoreksi diri, sehingga kami melihat kritik yang disampaikan bahkan kritik yang sangat keras, termasuk juga hoax yang beberapa kali dilakukan, itu tentunya akan menjadi koreksi bagi pemerintahan ini,” kata Seskab belum lama ini.

Kalau kritiknya benar, menurut Seskab, akan dijalankan pemerintah. Sementara terhadap kritik yang asal bicara, ngawur, dan tidak ada subtansinya akan dijawab dengan tenang-tenang saja.

Ia menunjuk pada ungkapan yang disampaikan salah satu tokoh politik nasional yang menginginkan Pemerintahan Indonesia, Presidennya seperti Presiden Rusia Vladimir Putin bukan Presiden yang plonga- plongo.

“Presiden kita adalah Presiden yang bekerja. Sangat bekerja, kerja dari pagi jam 08.00 sampai jam 11.00 malam, beliau selalu bekerja. Selama ini hasil real  dirasakan oleh semua masyarakat,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Buktinya, lanjut Seskab, bisa dilihat dari persepsi publik dan juga  elektabilitas Presiden yang sangat tinggi sekali.

“Melawan siapapun, kalau pemilunya hari ini akan menang dengan sangat signifikan,” sambung Seskab.

Meski banyak kritik yang keras sekalipun, Seskab Pramono Anung menegaskan, bahwa pemerintah tidak merasa terganggu sama sekali. Bahkan, lanjut Seskab, jika tidak dikritik, pemerintah akan mencari-cari kritik.

“Kalau perlu kita  mencari vokalis baru untuk kritik pemerintah ini. Supaya, kalau  kritiknya ngawur, itu akan membuat simpati publik kepada Presiden, kepada pemerintahan, kepada Wakil Presiden  ini malah menjadi baik,” ungkap Seskab.

Sejauh ini, Seskab menyebut kritik-kritik yang ada malah membahagiakan, dan pemerintah menikmatinya karena belum sampai pada tensi ngawur.

“Misalnya tentang beberapa hal mengenai sertifikasi, bahwa ini pembohongan terhadap rakyat. Rakyat yang menerima sertifikasi tahun lalu 5 juta lebih dan tahun ini 7 juta lebih, artinya ya rakyat sendirilah yang harus berbicara apakah program sertifikasi yang dibuat oleh Presiden Jokowi ini betul-betul bermanfaat bagi rakyat atau tidak,” terang Seskab seraya menambahkan, pada kenyataannya setiap kali Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke daerah dan ada kegiatan sertifikasi sambutan rakyat luar biasa.

“Presiden sama sekali tidak terganggu, beliau sampai bercanda, ‘kayaknya yang mengkritik seperti ini perlu diperbanyak’,” kata Seskab. (Humas Sekretariat Kabinet)