Kasus Robohnya Puskemas Nanga Belitang Masuk Tahap Dua

oleh

SEKADAU – Kasus robohnya Puskesmas Nanga Belitang beberapa waktu membuat korp Adyaksa ini bekerja keras.

Puskesmas yang dibangun menggunakan dana APBD tahun anggaran 2016 dengan pagu dana Rp2,4 miliar ini roboh, tanggal 15 Desember tahun 2017 lalu.

Menurut Kajari Sekadau, Andri Irawan ditemui para awak media, saat ini kasus robohnya Puskesmas Nanga Belitang sudah masuk proses hukum, kini kata dia, pihaknya sudah memeriksa belasan orang saksi pada saat penyelidikan. Sekarang kasus ini sudah naik ke tahap penyidik.

“Kita sudah memeriksa sejumlah saksi terkait robohnya puskesmas tersebut. Kini kasus ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” ungkap Andri, Rabu (04/p4/18) di kantornya.

Dikatakan Kajari lagi, saat ini pihaknya sedang menunggu BPKP untuk menghitung kerugian negara akibat robohnya puskesmas tersebut.

Setelah diketahui berapa kerugian negara, baru diperiksa lagi beberapa saksi untuk menetapkan tersangka.Karena saat ini pihaknya memang belum menetapkan siapa tersangka.

“Untuk menetapkan tersangka, kita masih harus mengumpulkan data dan bukti yang cukup. Kendala pemeriksaan saksi adalah setiap dipanggil saksinya tidak datang, lalu kita harus layangkan panggilan sekali lagi. Kendala lain kurangnya tenaga penyidik disini, sebagai salah satu penyebabkan lambat penetapan tersangka,” papar Andri. (sutarjo)