Basarnas Pontianak Gelar Pelatihan Water Rescue di Singkawang

oleh
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak, Hery Marantika. Foto : Istimewa

SINGKAWANG – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak melakukan Pelatihan pertolongan di perairan (water rescue) bagi potensi pencarian dan pertolongan di pantai pasir panjang Kota Singkawang.

Pelatihan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Aula Randayan, Hotel Palapa Beach, Singkawang.

Dalam sambutanya Wali Kota Singkawang mengapresiasi pelatihan potensi pencarian dan pertolongan saat ini, dimana peserta pelatihan merupakan nelayan pesisir berjumlah 60 orang  yang mewakili dari 5 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, yang berada disepanjang pantai utara Kalimantan Barat.

“Dalam rutinitas mereka tentunya berhadapan langsung dengan laut dan hal itu tidak menutup kemungkinan akan terjadinya potensi yang dapat membahayakan jiwa mereka, untuk itulah pelatihan kali ini diselenggarakan agar nelayan yang telah dilatih ini memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang keselamatan dalam melaut dan dapat mengatasi dan mengantisipasi langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan jika terjadi keadaan yang sebenarnya,” ujar Tjhai Chui Mie.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri Plt Bupati Kabupaten Mempawah H. Gusti Ramlana, Danlanud  Harry Hadi Soemantri, Letkol (Pnb) Erick Rofiq Nurdin, Pejabat TNI-Polri serta Pejabat dilingkungan Pemda Mepawah, Bengkayang, Sambas serta Pemkot Singkawang dan ketua Nelayan masinga-masing daerah.

Disela acara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Hery Marantika mengatakan, pelatihan ini sengaja diprioritaskan untuk perwakilan nelayan tradisional di 5 wilayah pesisir Kalbar dulu, nanti tahap berikutnya akan dilanjutkan ke wilayah lainnya.

Dijelaskannya, hal ini adalah bentuk strategi pemetaan kekuatan potensi SAR yang diambil oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak dalam upaya memberikan pelayanan jasa SAR yang cepat, tepat, handal, khusunya dalam penanganan kejadian yang mengancam jiwa manusia di wilayah perairan, ataupun lalu lintas kecelakaan laut.

“Dengan adanya 60 orang ini, diharapkan setelah ini mereka mampu berperan aktif di masyarakat dimana mereka berada,” ujarnya. (rilis)